Sejuta Alquran untuk Penghafal Alquran dari PPPA Daarul Quran

Harijal - Selasa, 14 Februari 2017 20:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/02/698dac022017_sejuta_al_quran.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Santri tengah membaca Alquran.

JAKARTA - PPPA Daarul Quran terus memfasilitasi hafiz Alquran guna mempermudah menghafal Alquran. Sasarannya meluas dari kota hingga pelosok.

Tahun ini, PPPA menargetkan 40 ribu Alquran untuk dibagikan kepada 19 ribu santri di 806 Rumah Tahfiz yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Program ini diharapkan dapat memudahkan para santri untuk menghafal Alqur'an.

Setiap bulannya Alquran hafalan akan disebar sebanyak 3.000 mushaf. Per Januari lalu, Alquran hafalan telah disebar melalui jaringan kordinator daerah Rumah Tahfiz. Namun distribusi ini baru untuk sebagian wilayah Jawa.

Produksi Alquran terus berjalan, didanai dari sedekah para donatur yang telah diamanahkan melalui PPPA Daarul Qur'an. Dengan harapan para santri akan merasa bangga dan bersemangat dengan Alquran khususnya menghafal. Tak ketinggalan, para donatur juga kebagian pahala kebaikan setiap hurufnya.

"PPPA punya jaringan yang luar biasa dengan Rumah Tahfidz. Program ini juga merupakan penyeragaman Alqur'an untuk Rumah Tahfidz. Jadi saat berbicara Rumah Tahfidz, dimana pun sama Alqurannya," ujar Pengasuh Rumah Tahfidz Center (RTC), Ustaz Solehuddin.

Keberadaan Rumah Tahfidz dan para santri penghafal Alquran akan terus meningkat. Sebab, saat ini Rumah Tahfidz baru ada di 122 kabupaten. Sementara, target PPPA di 2017 ini adalah membangun Rumah Tahfidz di 514 kabupaten dan menambah jaringan rumah tahfiz luar negeri.

Alquran yang akan disalurkan ke seluruh Rumah Tahfiz sudah dilengkapi dengan metode hafalan tanpa menghafal. Ini akan meringankan santri-santri Rumah Tahfiz dalam menghafal Alquran.

Ustaz Soleh menjelaskan, santri yang akan mendapat Alquran adalah santri yang punya hafalan paling sedikit 1 juz. Hal itu agar para santri terdorong untuk terus meningkatkan hafalannya.

Program ini terbuka untuk siapapun yang ingin terlibat dalam pengadaannya. Menanam bibit kebaikan maka akan tumbuh kebaikan, semakin sering disiram dan dipupuk tumbuhnya semakin bagus. Melalui sedekah Alquran akan lahir jutaan para hafidz Quran.

"Tentunya sebuah keniscayaan kalau seandainya para donatur juga ikut andil dalam sedekah pengadaan Quran. InsyaAllah, setiap huruf, kalimat yang dibacakan anak-anak akan jadi pahala buat para donatur," tutur Ustaz Soleh.***

    Sumber: republika.co.id/gonews.co

 

Berita Terkait

Pendidikan

Soroti Potensi Aturan Sepihak KI Riau, Akademisi Minta KI Pusat Tegas

Pendidikan

3.394 Hektare Lahan Riau Terbakar, 65 Orang Tersangka

Pendidikan

Kapolsek Teluk Meranti Pasang 6 Plang Peringatan di Lokasi Karhutla

Pendidikan

Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama

Pendidikan

Bupati Diwakili Sekda Lantik 18 Pejabat Di Lingkungan Pemkab Inhil

Pendidikan

Wako Agung Wawako Markarius Serahkan 19.900 Seragam Gratis untuk Siswa di Pekanbaru