Disdik Riau Bantah Terbitkan Edaran Pembelajaran Daring

Redaksi - Selasa, 25 Agustus 2026 22:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/08/_565_Disdik-Riau-Bantah-Terbitkan-Surat-Kebijakan-Pembelajaran-Daring.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Erisman Yahya
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Beredarnya Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada Kepala Satuan Pendidikan Negeri dan Swasta SMA, SMK, SLB Sederajat terkait penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat penurunan kualitas udara, dipastikan tidak benar atau hoaks.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya menyebutkan hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan surat edaran apapun terkait dampak kabut asap.

"Tak ada. Tak benar. Itu bukan surat dari Disdik Riau, dan yang tertera di surat itu bukan tanda tangan saya," kata Erisman Yahya, Selasa (25/8/2026).

Dikatakan Erisman, Disdik Riau masih menunggu arahan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau terkait kebijakan kegiatan belajar mengajar bagi pelajar tinggat SMA se derajat di Riau.

"Masih kita tunggu arahan dari pak Plt Gubernur. Sambil mengkaji data kualitas cuaca. Nanti kalau memang ada kebijakan daring, pasti akan disampaikan," katanya.

Untuk diketahui, beredar Surat Edaran Nomor : 400.3/Disdik/1.1/2796/2026 Tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Provinsi Riau.

Dalam SE tersebut, disebutkan kegiatan pembelajaran pada Rabu, 26 Agustus 2026 tetap dilaksanakan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/daring dari rumah. Peserta didik tidak perlu hadir ke sekolah dan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan sekolah lainnya yang mengharuskan hadir secara langsung.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan dirinya telah meminta instansi terkait untuk mengumpulkan data kualitas udara sebagai dasar pengambilan kebijakan.

"Kita minta Pak Sekda untuk cek dulu data situasi dan kondisinya betul-betul. Kalau datanya sudah mengganggu, dan harus meliburkan sekolah, kita akan liburkan," kata SF Hariyanto, Senin (24/8/2026).

Dikatakan SF Hariyanto, data tersebut diharapkannya dapat diserahkan hari ini, sehingga dapat dikeluarkan keputusan pada besok hari.

"Kalau asapnya memang tinggi kita segera liburkan sekolah. Karena melihat cuaca seperti ini saja tidak bisa menentukannya. Harus ada data, ada hitung-hitungannya sebagai dasar. Yang penting kita ada dasarnya," ungkapnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

BMKG Pantau 2.279 Hotspot di Sumatera, Kualitas Udara Pekanbaru Malam Ini Tidak Sehat

Pendidikan

Kabut Asap, Senin Besok Siswa di Pekanbaru Kembali Sekolah

Pendidikan

Membaik Setelah Seharian Diguyur Hujan, Udara Pekanbaru Pagi Ini Masih Biru

Pendidikan

Peduli Kabut Asap, KSABP Bagikan 3.000 Masker Gratis di Pekanbaru

Pendidikan

Peringatan untuk Kelompok Rentan, Asap Karhutla Berisiko Hingga Mengancam Jiwa

Pendidikan

Sekolah Swasta Wajib Patuhi PJJ