Ada Anak Putus Sekolah? Laporkan

Redaksi - Selasa, 05 Mei 2026 09:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/05/_5946_Ada-Anak-Putus-Sekolah--Laporkan.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Plt Kadsdik Pekanbaru, Syafrian Tommy.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus menggencarkan program zero anak putus sekolah dengan membuka layanan pengaduan dan pendataan secara berkelanjutan.

Plt Kepala Disdik Pekanbaru Syafrian Tommy menyebutkan masyarakat yang memiliki anak putus sekolah, dapat langsung melapor ke Disdik atau ke sekolah terdekat untuk mendapatkan penanganan.

"Program nol anak putus sekolah terus berjalan. Kami membuka posko layanan agar masyarakat dapat melapor, baik ke dinas maupun ke sekolah terdekat. Nanti akan kami arahkan ke sekolah yang masih memiliki kuota," kata Syafrian Tommy, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, upaya pendataan dan penanganan anak putus sekolah dilakukan setiap waktu, tanpa menunggu periode tertentu. Pemko tidak hanya mengarahkan anak kembali ke pendidikan formal.

"Tetapi, kami juga menyediakan alternatif melalui jalur nonformal. Bagi anak yang telah melewati batas usia sekolah formal, tersedia fasilitas pendidikan seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)," terang Tommy.

Selain itu, Disdik juga mendorong peningkatan keterampilan melalui lembaga kursus dan pelatihan. Langkah ini dilakukan agar anak-anak tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, sebanyak 1.778 anak putus sekolah teridentifikasi dalam pemetaan bersama berbagai pihak, termasuk pos pelayanan terpadu (posyandu). Dari jumlah tersebut, sebagian telah diarahkan kembali ke sekolah formal. Sementara, anak lainnya lainnya mengikuti pendidikan nonformal.

"Ada juga kasus seperti ijazah yang tertahan. Kami bantu untuk diselesaikan. Berbagai permasalahan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pendidikan ke depan," jelas Tommy.

Untuk tahun ini, pendataan masih terus berlangsung dan belum menunjukkan adanya penambahan signifikan. Pemko Pekanbaru berkomitmennya untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

"Pendataan masih berjalan. Yang jelas, kami berupaya agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah," pungkasnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

420 Siswa Perdana, Sekolah Rakyat di Kuansing Siap Beroperasi Juli 2026

Pendidikan

Riau Targetkan Penerimaan 420 Siswa Sekolah Rakyat Tahun Ini

Pendidikan

Program SNT, Pusat Setujui Pembangunan Unit Sekolah Baru di Kulim

Pendidikan

SF Hariyanto Ingin Pembangunan Fisik di Sekolah Dilaksanakan OPD Teknis

Pendidikan

UPT SMP Negeri 4 Siak Hulu Gelar Pentas Seni, Ruang Siswa Kembangkan Minat Bakat

Pendidikan

Jika Sekolah Nekat Perpisahan di Hotel, Disdik Siapkan Sanksi