DURI, kabarmelayu.com - Permasalahan dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan SMAN 5 Pinggir terhadap siswanya masih menjadi pertanyaan masyarakat serta wali murid lainnya yang bersyukur informasi tersebut muncul di media online agar ada tindaklanjut dari pihak terkait lainnya.
Sayangnya, saat wartawan ingin meminta klarifikasi lebih lanjut dari pihak sekolah khususnya kepala sekolah, justru yang didapat wartawan adalah penolakan secara halus dengan dalih Kepsek baru bisa ditemui setelah wali murid yang menjadi narasumber dalam pemberitaan berjudul "Miris, dengan Alasan untuk Gaji Guru Honorer, Beasiswa SMAN 5 Pinggir Dipotong Bendahara Sekolah".
"Kata kepala sekolah, silahkan menunggu dulu sampai wali murid yang narasumber itu datang. Nanti baru bisa berjumpa dengan beliau. Karena kita juga sedang menunggu wali murid yang bersangkutan," kata guru piket menyampaikan pesan Kepala SMAN 5 Pinggir, Lismawati kepada wartawan yang sudah menunggu hampir 10 menit guru piket tersebut kordinasi dengan kepala sekolah.
Karena tujuan wartawan datang ke sekolah itu untuk yang kedua kalinya ingin konfirmasi dengan Kepsek SMAN 5 Pinggir, Lismawati, dan bukan wali murid yang menjadi narasumber maka wartawan wilayah Duri putuskan untuk meninggalkan sekolah, karena kepsek menolak ditemui saat itu.
Padahal wartawan ingin mengklarifikasi mengenai iuran CCTV yang dibebankan kepada siswa sebesar Rp 100 ribu per siswa. Padahal menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kamsol, pengadaan CCTV di sekolah itu tidaklah penting.
Dan apapun sarana pendidikan lainnya yang pengadaannya meminta dana dari siswa itu harus didiskusikan terlebih dahulu dengan Dinas pendidikan Provinsi.
Sementara itu, menurut informasi dilapangan, wali murid yang menjadi narasumber pemberitaan terkait dugaan pungli ini dipanggil oleh pihak sekolah yang merasa atas pemberitaan tersebut nama baik guru serta sekolah sudah dicemarkan.
Dan wali murid tersebut diminta lagi datang Senin (6/2/2017) untuk menemui kepala sekolah SMAN 5 Mandau tersebut, bersama dengan komite sekolah serta Babinkamtibmas Balai Raja, Kecamatan Pinggir untuk menjelaskan maksudnya memberikan informasi kepada media.
Hal itu dibenarkan oleh Babinkamtibmas Balai Raja, Hendri saat dihubungi wartawan.
"Kemarin saya dipanggil ke sekolah itu, sudah tugas saya datang untuk menyelesaikan setiap permasalahaan dari tingkat bawah. Dan wali murid yang dimaksud memang diminta datang ke sekolah hari ini untuk meluruskan permasalahan yang ada, karena hari Jumat itu Kepsek tidak ada di sekolah," ujar Hendri.
Hingga berita ini dirilis, Kepsek SMAN 5 Pinggir, Lismawati saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya belum juga mau menjawab meskipun saat dihubungi terdengar nada tersambung.
Bahkan saat dihubungi dengan SMS, kepala sekolah tersebut juga tidak merespon sama sekali isi dari SMS yang meminta tanggapannya atas penolakan secara halus tersebut. Bahkan Sabtu (4/2/2017) lalu, juga sudah mendatangi sekolah dengan tujuan yang sama ingin konfirmasi, tetapi Kepala Sekolah tersebut tidak berada disekolah sejak hari Jumat (3/2/2017).
sumber: goriau.com