DUMAI, kabarmelayu.com - Walikota Dumai Zulkifli AS mengatakan sudah merupakan kewajiban dosen untuk meningkatkan kompetensi, setidaknya dosen harus memiliki standar dalam mengajar mahasiswa/i.
Hal itu disampaikannya usai membuka Pelatihan Applied Approach Mandiri oleh Asosiasi Pergurian Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Dumai bekerjasama dengan Kopertis Wilayah X yang berlangsung di STIA Lancang Kuning, Senin (30/1/2017).
Ia menilai, pelatihan Applied Approach untuk dosen se-Kota Dumai perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Bagaimana dosen memiliki program dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
"Melalui pelatihan ini, dosen dapat meningkatkan statusnya dari S1 ke S2, begitu juga dari S2 ke S3 dan setelah dari S3 ke profesor. Namun itu tergantung pribadi masing-masing," ujarnya kepada wartawan.
Ia melihat, mutu pendidikan di Dumai tidak perlu penambahan dosen lagi. Tapi bagaimana dengan dosen yang ada sekarang ini ditingkatkan lagi mutu pembelajarannya. Sehingga pendidikan di Dumai memiliki mutu, apalagi persaingan sangat ketat sekarang ini.
"Bagaimana bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, tidak hanya di Dumai tapi dengan daerah lain. Karena kalau Dumai sudah memiliki dosen yang memiliki kompetensi, tentunya akan menjadi daya tarik bagi daerah lain untuk belajar di sini," ulasnya.
Baginya peran perguruan tinggi di Dumai sudah memberikan kontribusi yang baik untuk kemajuan Kota Dumai, seperti meningkatkan sumber daya manusia, membantua orangtua yang tidak mampu bisa mengkuliahkan anaknya di perguruan tinggi, dan dapat memfasilitasi anak yang berprestasi namun tidak mampu untuk tetap bisa belajar di perguruan tinggi.
"Kita berharap, dengan perguruan tinggi yang ada di Dumai, mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkompeten. Sehingga mampu bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi lainnya di Riau," ungkapnya.
(goriau.com)