kabarmelayu.comKUANSING - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) melalui Dinas Pendidikan mengusulkan sebanyak 267 sekolah untuk mendapatkan perangkat smartboard pembelajaran (papan tulis elektronik) ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).
Berdasarkan data yang terdaftar di sistem Dapodik, ada 259 Sekolah Dasar (SD) dan 81 sekolah menengah pertama (SMP) yang masuk dalam kriteria penerima.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing Herizon, S.P d. SD. MM menyambut baik program modernisasi sarana pembelajaran ini. Program smartboard dianggap sangat relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan yang kini semakin terintegrasi dalam dunia belajar-mengajar.
"Ini tentu saja akan memberikan motivasi terhadap siswa dengan adanya alat-alat ini. Apalagi smartboard merupakan perangkat yang dapat membantu kegiatan mengajar menjadi lebih canggih, modern, dan penuh inovasi," Herizon didampingi Sekretaris Zulmaswan.
Pemasangan smartboard di setiap sekolah dilakukan langsung oleh tenaga teknisi yang telah ditunjuk. Sejumlah sekolah penerima bahkan dilaporkan sudah mulai terpasang dan siap digunakan.
Herizon menyebutkan bahwa para guru yang nantinya mengoperasikan perangkat tersebut merupakan guru yang sudah diberikan pelatihan dan menguasai teknologi pembelajaran. Hal ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar di sekolah.
Selain itu, daerah yang belum memiliki akses internet juga akan menjadi prioritas. Pemerintah memastikan upaya percepatan perluasan jaringan internet agar seluruh perangkat dashboard dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa dan guru.
Terkait kapasitas listrik yang belum memadai di sebagian sekolah, Pemerintah Daerah Kuansing berkomitmen memberikan dukungan penuh.
"Untuk daya listrik yang kurang, nanti akan dibantu pembiayaan penambahan kapasitas oleh Pemda," tutup Herizon.