Menghadapi era global saat ini, tantangan bagi seorang guru semakin berat.
Guru harus mampu mengimbangi kemajuan teknologi. Oleh karenanya, semua guru harus terus belajar dan belajar agar tak tertinggal oleh kemajuan zaman.
Guru harus selalu berbenah meningkatkan kompetensi dan kualitas serta mampu beradaptasi dengan kondisi yang ada. Oleh karenanya, guru wajib membuka diri untuk hal-hal baru dan membuka wawasan seluas-luasnya.
Demikian disampaikan Kepala UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 011 Desa Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Salim, S. Pd saat berbincang dengan media terkait peran dan tantangan guru bersempena dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI tahun 2025 yang akan diperingati 25 November mendatang.
Di setiap kesempatan, kepala sekolah terus menyampaikan pesan-pesan agar para guru terus meningkatkan kualitas dan kompetensi diri. Menurut Kepsek Salim, ada banyak jalan untuk belajar. Baik melalui belajar kelompok sesama guru serta dari literasi-literasi yang mudah didapat di internet.
Di era digital ini, para guru sangat perlu untuk memahami teknologi. Meskipun bukan menjadi ahli teknologi, namun para guru harus memahaminya.
"Nah, oleh sebab itu para guru harus mengubah mindset. mau terus belajar dan selalu berbenah diri di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat," tutur Salim.
Pihak sekolah dan pemerintah juga telah menjawab tuntutan peningkatan kualitas pendidikan itu dengan melakukan berbagai pelatihan untuk guru. Seperti pelatihan koding dan Pembelajaran Mandiri (PM).
Salim mengungkapkan, bahwasanya tantangan seorang guru dewasa ini semakin kompleks seiring dengan perkembangan zaman. Guru tak lagi bisa mengajar di depan kelas dengan pola-pola lama. Guru harus mampu mengayomi dan membina anak didik sesuai dengan potensi minat dan bakatnya.
Ditekankannya lagi, saat ini penguasaan IT menjadi prioritas. Guru-guru yang tidak memahami dan menguasai IT akan tertinggal. Ditegaskan pula, guru jangan sampai gaptek (gagap teknologi).
Berkaitan dengan kesejahteraan, para guru di UPT SDN 011 Desa baru bisa dikatakan 90 persen sudah baik. Dari 54 guru yang ada, sekitar 90 persen sudah berstatus PNS dan tenaga PPPK. Sebanyak 75 persen guru PPPK ini juga sudah sertifikasi.
Kini tersisa 8 guru yang belum berstatus pegawai. Artinya, sebagian besar guru sudah bisa dikatakan sejahtera. Tentunya perlu untuk meningkatkan kesejahteraan para guru yang masih berstatus honor yang bisa dikatakan masih jauh dari kesejahteraan.
Di satu sisi, pihak sekolah juga sangat membutukan mereka, sehingga kesejahteraannya juga harus mendapat perhatian serius.