kabarmelayu.comKAMPAR - UPT Sekolah Menengah Pertama (
SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota, melaksanakan kegiatan Aksi Nyata Kokurikuler tema Kearifan Lokal. Kali ini, sekolah menggelar Makan Bajambau, Kamis (30/10/2025).
Makan Bajambau adalah tradisi makan bersama masyarakat adat Kampar. Makan Bajambau bertujuan untuk mempererat silaturahmi. Makan Bajambau biasa dilaksanakan masyarakat adat Kampar saat menyambut hari besar seperti Idul Fitri atau bulan Ramadan serta acara-acara lainnya.
Dalam kegiatan Makan Bajambau di UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota yang dilaksanakan hari ini, tampak dihadiri oleh seluruh warga sekolah, termasuk guru dan siswa. Seluruh yang hadir tampak menikmati berbagai hidangan yang disantap bersama.
Para siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Sebagian di GOR sekolah dan kelompok lainnya di kelas masing-masing dipandu guru dan wali kelas.
Kepala UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota, Dra. Fauziah, pada kegiatan itu menyampaikan, melalui kegiatan kokurikuler tema Kearifan Lokal Makan Bajambau hari ini, diharapkan para siswa dapat lebih mempertajam rasa cinta terhadap budaya dan adat istiadat Kampar.
Para siswa agar dapat memahami esensi dari makan bajambau dan meneruskan budaya yang telah diwariskan turun temurun dari orang-orang tua terdahulu. Selain para siswa dapat mengenal adat istiadat dan budaya kampar lebih dalam lagi.
Adat dan budaya, kata Dra. Fauziah merupakan identitas dan jati diri yang menjadi pondasi karakter bangsa. Pada hari ini eksistensi adat dan budaya di Kampar telah terancam oleh globalisasi.
"Oleh karenanya, generasi muda saat ini perlu menjaga identitas dan jati diri itu agar tak tergerus oleh zaman,"ujar Dra. Fauziah.
Dra. Fauziah mengucapkan terima kasih atas partisipasi para orang tua siswa yang telah menyukseskan kegiatan kokurikuler hari ini. Ucapan yang sama turut disampaikan kepala sekolah kepada seluruh koordinator kokurikuler yang telah bekerja keras hingga kegiatan terlaksana dengan baik dan sukses.
"Inilah sallah satu upaya pihak sekolah untuk melestarikan adat dan budaya serta kearifan lokal Kampar. Semoga silaturahmi kita terus terekat dan lebih erat lagi," tutup Dra. Fauziah mengakhiri.