UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Kegiatan Pembelajaran Kokurikuler Tema Kearifan Lokal

Andi - Kamis, 16 Oktober 2025 15:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/10/_3006_UPT-SMP-Negeri-1-Bangkinang-Kota-Gelar-Kegiatan-Pembelajaran-Kokurikuler-Tema-Kearifan-Lokal.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Basiacuong dan syair yang diperagakan siswa UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota dipandu oleh dua tokoh codiok pandai Kampar.(Foto: Ist)
KAMPAR - UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota, melaksankaan kegiatan pembelajaran kokurikuler, Kamis (16/10/2025). Kegiatan berlangsung di GOR UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota.

Kegiatan kokurikuler kali ini mengangkat tema Kearifan Lokal Makan Bajambau, Syair dan Basiacung. Dalam kegiatan ini, pihak sekolah mendatangkan nara sumber Datuk Herman dan Datu Rajib Abdillah, dua tokoh codiok pandai Kabupaten Kampar dariKecamatanSalo.

Dalam kegiatan yang dihadiri seluruh siswa-siswi, kepala sekolah, guru dan seluruh warga sekolah itu, Datuk Herman dan Datuk Rajib memberikan penjelasan tentang adat dan budaya asli Kabupaten Kampar, makan bajambau, syair dan basiacuong.

Makan bajambau merupakan tradisi makan bersama di Kabupaten Kampar yang dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi. Makan bajambau sering dilakukan saat hari-hari besar Islam, seperti menyambut hari raya Idul Fitri dan menyambut bulan suci Ramadhan.

Syair, yaitu tradisi sastra lisan masyarakat Kampar. Syair dinyanyikan tanpa alat musik yang berisi nasihat, petuah keagamaan, moral, serta ungkapan-ungkapan bijak yang biasanya menggunakan bahasa daerah Kampar.

Sedangkan basiacuong adalah tradisi lisan khas masyarakat Kampar. Basiacuong berisi petatah-petitih dan pantun yang memiliki makna mendalam berupa nasuhat serta menjunjung sopan santun.

Basiacuong berperan penting dalam acara adat maupun acara tidak resmi. Basiacuong bahkan telah didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Melalui pengenalan makan bajambau, syair dan basiacuong ini, Datuk Herman dan Datuk Rajib berharap agar para siswa-siswi dapat mengenal lebih dalam tradisi-tradisi khas Kampar serta meneruskan kepada generasi berikutnya.

Senada itu, Kepala UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota, Dra. Fauziah, melalui kegiatan kokurikuler hari ini berharap dapat menumbuhkan cinta siswa terhadap budaya daerah dan melestarikan budaya yang telah diwariskan turun temurun.

Selain para siswa dapat mengenal adat istiadat dan budaya kampar lebih dalam lagi, serta dapat terus melestarikan kearifan lokal ini.

Adat dan budaya, kata kepsek Dra. Fauziah merupakan identitas dan jati diri yang menjadi pondasi karakter bangsa yang pada hari ini eksistensinya terus terancam oleh globalisasi.

"Oleh karenanya, generasi muda saat ini perlu menjaga identitas dan jati diri itu agar tak tergerus oleh zaman,"ujar Dra. Fauziah.

Tak lupa, Kepsek Dra. Fauziah mengucapkan terima kasih kepada kedua nara sumber, Datuk Herman dan Datu Rajib Abdillah yang telah memberikan pencerahan kepada siswa-siswi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota.

"Terima kasih pula kepada Koordinator kokurikuler, Finny Ocktavia, SH, MH, Rica Sasria, S. Pd, Elviza, S. Pd, Asmariati, S. Pd, Henni Melda, SH dan Lisnawati,S. Pd yang telah sukses melaksanakan kegiatan hari ini," lanjut Dra. Fauziah mengakhiri.

Editor
: Andi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Zapin Menjaga Marwah Budaya Melayu, Potensi Wisata Berbasis Kearifan Lokal

Pendidikan

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Aksi Nyata Kokurikuler Kearifan Lokal Makan Bajambau

Pendidikan

Promosikan Produk UMKM Kearifan Lokal, Ketua TP-PKK Bengkalis Resmikan Stand Bazar Siak Kecil

Pendidikan

UPT SMP Negeri 3 Bangkinang Gelar Karya P5 Tema Kearifan Lokal