SIAK, kabarmelayu.com - Penerapan sekolah full day sudah mulai diberlakukan. Namun di Siak, sedang dilakukan inventarisir oleh Disdikbud. ‘’Belum, kami masih inventarisir,” ujar Kadisdikbud Siak Drs H Kadri Yafis, M.Pd, Senin (23/1/17).
Menurut dia, dalam penerapan sekolah full day ini tentu harus disiapkan mulai kesiapan guru, sarana dan prasarana mengajar, sosialisasi ke orangtua atau wali murid.
Namun, yang tak kalah pentingnya adalah pendidikan agama setingkat SMP atau wustho. Sebab, sebelum diberlakukan full day ini, sekolah-sekolah di tingkat SMP disiapkan wustho. Artinya, mereka setelah mengikuti pendidikan umum di sekolah mengikuti wustho.
Sama halnya dengan sekolah dasar, murid-murid mengikuti MDA. “Sekarang ini dalam persiapan semuanya yang menyangkut dengan pelaksanaan fullday nanti,” kata dia.
Pihaknya sendiri juga tak ingin nanti saat penerapan tak siap. Karena itu segala sesuatunya perlu dilakukan persiapan , bahkan rapat bersama kepala sekolah membahas hal ini juga telah dilakukan.
Full day ini, saat diterapkan nanti, waktu belajar mengajar siswa berkurang.
Jika selama ini enam hari, berkurang jadi lima hari. Sekolah mulai Senin-Jumat saja.
‘’Memang sebagaian daerah sudah menerapkan. Akan tetapi di Siak juga melakukan hal serupa. Hanya saja dilakukan inventarisir dahulu, terutama kesiapannya,’’ ucapnya.
(riaupos.co)