KAMPAR - Sebanyak 36 guru UPT SDN 019 Pandau Jaya mengikuti pelatihan
Pembelajaran Mendalam (
PM), Kamis (4/9/2025). Kegiatan ini sebagai lanjutan dari pelatihan
PM yang diikuti oleh dua orang utusan dari sekolah tersebut.
Kepala UPT SDN 019 Pandau Jaya, Suriady, S. Pd, M. Si menjelaskan, sebelumnya dua guru utusan dari sekolahnya mengikuti pelatihan PM yang diikuti oleh puluhan guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Kampar. Para guru ini selanjutnya mengimbaskan ilmu yang didapat kepada guru di sekolah masing-masing.
"Alhamdulillah, hari ini kedua guru kita itu memaparkan materi dan ilmu terkait PM kepada guru-guru lainnya di sekolah kita," terang Suriady.
Dalam pelatihan PM ini, para guru diberi penjelasan terkait PM serta bagaimana penerapannya terhadap murid. Pelatihan ini sangat penting bagi para guru. Dua guru yang mengikuti pelatihan sebelumnya juga berkewajiban mengimbaskan kepada guru lainnya.
UPT SDN 019 Pandau Jaya termasuk salah satu lokus (lokasi khusus) pelatihan PM. Sebelumnya ada 15 sekolah yang mengirim utusan untuk mengikuti pelatihan PM di sekolah ini.
PM sendiri merupakan suatu pendekatan cara mengajar yang lebih mendalam dengan tiga prinsip utama mengajar. Yakni berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.
Suriady menyampaikan, PM yang merupakan program yang dicanangkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti ini merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pendidikan Indonesia yang lebih baik.
"Program PM ini mengubah pola dan cara mengajar, dan guru wajib menerapkannya. Artinya, guru tak bisa lagi mengajar dengan cara-cara lama, namun harus menyesuaikan dengan PM," ujar Suriady.
Guru di zaman ini mau tak mau juga harus bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, termasuk di bidang teknologi.
"Ini yang sering saya tekankan kepada para guru. Mereka harus mengubah cara mengajar yang lebih kreatif dan harus memahami teknologi digital," tutur Suriady lagi.
Melalui PM, para pendidik diarahkan untuk memuliakan anak dalam mengajar. Guru mesti mengikuti apa yang diminati anak dan mengekspresikan dirinya.
Dengan PM, diharapkan mutu pendidikan meningkat lebih baik, sehingga visi Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan pemerintahdapattercapai.