KAMPAR - UPT Sekolah dasar Negeri (
SDN) 028 Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, menggelar pelatihan Pembelajaran Mendalam (
PM) dan
Koding bagi seluruh guru di sekolah tersebut, Sabtu (23/8/2025).
Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan yang diikuti oleh guru yang diutus sekolah untuk mengikuti pelatihan PM dan Koding sebelumnya yang ditaja di UPT SDN 011 Desa Baru.
Kepala UPT SDN 028 Kubang Jaya, Eko Yuniansyah, S. Pd menjelaskan, kegiatan ini sangat penting bagi para guru. Sehingga itu, para guru yang diutus mengikuti pelatihan di luar sekolah sebelumnya, berkewajiban membiaskan ilmunya kepada guru yang lain.
"Oleh sebab itu, kita berinisiatif melaksanakan pelatihan hari ini untuk para guru di sekolah kita. Narasumbernya adalah para guru yang telah mengikuti pelatihan yang ditaja oleh dinas," terang Eko Yuniansyah.
Tiga guru yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu yakni Sri Yulianti, S. Pd (Pembelajaran Mendalam) , Wiwik Anita, S. Pd (Pembelajaran Mendalam) dan Muhammad Hadi, S. Pd (Koding dan KecerdasanArtificial).
Dalam pelatihan itu, para guru diberi penjelasan dan pemahaman apa sebenarnya PM dan koding serta bagaimana penerapannya. Selanjutnya akan ada pendampingan guru saat mengajar serta juga evaluasi dalam tiga bulan ke depan.
Eko Yuniansyah memaparkan, PM adalah pendekatan cara mengajar yang lebih mendalam. Ada tiga prinsip utama Pembelajaran Mendalam yang saat ini diterapkan di sekolah-sekolah, yaitu Berkesadaran, Bermakna dan Menggembirakan.
Berkesadaran dimaksud agar peserta didik menjadi menyadari tujuan pembelajaran, termotivasi dengan pelajarannya dan menyadari tujuan dan manfaat pelajaran dimaksud. Sehingga guru diminta menciptakan pembelajaran yang bermakna.
Prinsip Bermakna, yakni peserta didik merasakan relevansi dan manfaat dari apa yang dipelajari pelajaran itu dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dalam hal ini guru dapat membuat pembelajaran di dalam maupun di luar kelas yang kontekstual, dengan pengembangan materi pada kehidupan nyata anak.
Sedangkan prinsip Menggembirakan, yakni menciptakan suasana belajar yang positif penuh antusiasme dan motivasi dalam diri siswa. Prinsip ini juga menghindari agar peserta tidak tidak merasa tertekan dalam pembelajaran.
Dalam penerapan PM, kata Eko, yang ditekankan bukanlah pada hasil, namun yang pertama sekali adalah pada proses pembelajaran itu sendiri. Jika prosesnya baik, hasilnya tentu akan berbanding lurus.
Eko Yuniansyah mengingatkan bahwa ini semua adalah tantangan menuju perubahan yang lebih baik. Oleh karenanya yang pertama sekali perlu diubah adalah mindset guru.
"Guru tidak bisa lagi bertahan dengan pola pembelajaran lama, mereka harus mengubahnya. Guru harus keluar dari zona nyaman," tegasnya.
Terkait dengan koding yang selama ini diidentikkan dengan IT dan komputer, Eko menjelaskan bahwa bagi peserta didik SD tidaklah demikian. Namun koding di sini bagaimana mengadopsi konsep dan sistem dasar komputer tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kesimpulannya, Koding yakni pendekatan berbasis untuk melatih logika, kreativitas dan keterampilan pemecahan masalah untuk mempersiapkan mereka di masa depan.
Eko Yuniansyah menyadari, semua perubahan-perubahan ini mengharuskan guru beradaptasi dengan kemajuan zaman yang mau tak mau memang harus dijalani. Kuncinya adalah mau mengubah diri mengikuti perkembangan.
"Guru harus membuka diri dengan perkembangan zaman yang tak bisa dihindari. Sekali lagi, jangan terus terjebak di zona nyaman, guru harus berubah," tutup Eko Yuniansyah mengakhiri.