kabarmelayu.comKAMPAR - UPT Sekolah Dasar Negeri (
SDN) 035 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, komit meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mendorong profesionalisme para guru tenaga pendidik. Salah satunya melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan secara daring dan luring.
Hal itu disampaikan oleh Kepala UPT SDN 035 Tarai Bangun, Evi Yenti, S. Pd kepada media, Jumat (8/8/2025). Bahwasanya kualitas satuan pendidikan sangat bergantung pada kualitas dan profesionalisme tenaga pengajar.
Senin lalu, UPT SDN 035 Tarai Bangun melaksanakan sosialisasi Kurikulum Merdeka melalui pendekatan Deep Learning (pembelajaran mendalam). Ada beberapa sekolah yang ditunjuk bergilir oleh pemerintah melaksanakan sosialisasi ini. Namun SDN 035 sendiri melaksanakan sosialisasi ini secara mandiri.
"Sosialisasi deep learning ini kita nilai sangat diperlukan. Oleh karenanya, sekolah kita melaksanakan itu dengan diikuti sekitar 25 orang guru," terang Evi Yenti.
Hal ini, sebut Evi Yenti merupakan salah satu upaya dan keseriusan pihak sekolah dalam memperhatikan mutu, kualitas dan ptofesionalisme guru dan tenaga pengajar.
Terlebih lagi, kurikulum satuan pendidikan di tahun 2025 ini sudah memuat pendekatan deep learning.
"Bagaimana guru bisa menyiapkan KSP jika mereka belum kenal dengan deep learning ini. Maka itu kami berinisiatif melaksanakan sosialisasi ini dengan mengundang nara sumber," ujar Evi Yenti.
Pertama sekali, dalam sosialisasi deep learning, para guru diperkenalkan dengan perubahan Permendikdasmen No. 12 Tahun 2024 yang diganti dengan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 terkait dengan pendekatan pembelajaran mendalam deep learning.
Selanjutnya, para guru juga dikenalkan dengan penyusunan jadwal pelajaran. Di mana P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang diganti dengan Kokurikuler dan adanya pembelajaran intrakurikuler.
"Alhamdulillah, jadwal pembelajaran SDN 035 Tarai Bangun kelas I sampai VI sudah selesai," tukas Evi Yenti.
Tak hanya sosialisasi, Evi Yenti juga mendorong para guru untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan melalui pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting dan platform lainnya. Kepala sekolah juga sering membagikan informasi pelatihan itu kepada para guru melalui WA grup agar dapat ikut serta.
"Tentunya ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah kita," lanjut Kepsek Evi Yenti lagi.
Namun begitu, Evi Yenti menekankan pentingnya bagi para guru untuk mengubah mindset dan paradigma dalam diri, bagaimana menjadi seorang guru yang menjadi contoh dan teladan bagi anak didik serta mampu mengimbangi perkembangan zaman.