DURI, kabarmelayu.com - Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) akan dilaksanakan dalam waktu tidak terlalu lama lagi. Karena keterbatasan jumlah komputer, sejumlah sekolah tentu saja merasa cemas. Antara lain SMAN 5 Mandau yang berlokasi jauh di pedalaman Desa Harapan Baru.
‘’Kami cemas juga menyongsong UNBK yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Soalnya, UNBK itu memerlukan perangkat komputer. Sementara jumlah komputer di sekolah kami sangat terbatas.
Yakni 12 unit saja. Itu pun kebanyakan masih Pentium 4. Hanya empat unit yang dual core. Sedangkan UNBK itu memerlukan spesifikasi komputer dual core,’’ kata Kepala SMAN 5 Mandau Drs Delfi baru-baru ini.
Menurutnya, minimal diperlukan sepertiga plus satu komputer dari jumlah peserta UNBK yang ada. Untuk SMAN 5 Mandau, katanya, tercatat ada 98 calon peserta UNBK 2017.
Artinya diperlukan setidaknya 34 unit komputer dengan spesifikasi yang memadai.
‘’Kami berharap akan ada bantuan komputer dari pemerintah. Kalau sekolah kami dapat bantuan penuh, sangat kami syukuri. Andai ada saja bantuan sekitar 20 unit, kekurangannya mungkin bisalah diatasi oleh pihak sekolah. Antara lain dengan membeli komputer baru,’’ ujar Delfi lagi.
Dia juga meyebut, hingga kini proses belajar mengajar di sekolahnya berjalan lancar. Jumlah murid mencapai 300 orang lebih.
Sementara tenaga pendidik ada 28 orang termasuk kepala sekolah. Terdiri dari 14 orang berstatus PNS dan 14 lagi berstatus honorer.
Di luar itu ada enam orang lagi staf tata usaha, janitor, dan penjaga sekolah.
(riaupos.co)