Mensos Tinjau Rumah Calon Peserta Sekolah Rakyat di Rumbai, Pastikan Tepat Sasaran

Redaksi - Selasa, 27 Mei 2025 16:44 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/08/_5114_Mensos-Tinjau-Rumah-Calon-Peserta-Sekolah-Rakyat-di-Rumbai--Pastikan-Tepat-Sasaran.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar saat menghadiri dialog bersama Mensos RI.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf mengunjungi langsung rumah salah satu calon siswa Sekolah Rakyat di Jalan Nelayan, Rumbai, Pekanbaru, Selasa (27/5/2025). Kunjungan ini sekaligus sebagai bentuk pengawasan terhadap proses verifikasi penerima manfaat yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan asesmen yang dilakukan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Dinas Sosial benar-benar sesuai kondisi nyata di lapangan.

Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjalankan amanat Presiden Prabowo Subianto dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Saya ingin memastikan asesmen yang dilakukan benar-benar sesuai kenyataan. Kami ingin penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Provinsi Riau berjalan sesuai harapan Presiden," kata Saifullah Yusuf.

Sekolah ini nantinya akan dikelola dengan pendekatan khusus, mengingat latar belakang siswa yang beragam. Kepala sekolah dan guru dituntut memiliki empati, kesabaran, serta kemampuan memotivasi.

"Kita ingin kepala sekolah yang mumpuni, empatik, dan guru yang telaten. Tata kelola sekolah harus baik dan diawasi oleh masyarakat," ujarnya.

Saifullah menyebutkan, meskipun sekolah ini berasrama, orangtua tetap diberi keleluasaan untuk menjenguk anak mereka kapan saja agar hubungan emosional tetap terjaga.

Gubernur Riau Abdul Wahid yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut mengatakan, Sekolah Rakyat adalah langkah strategis untuk menjawab persoalan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di wilayahnya.

"Ini langkah yang tepat dan jangan ditunda. Banyak rakyat tak bisa sekolah karena jangkauan. Sekolah berasrama ini jadi solusi. Seluruh biaya ditanggung pemerintah, dari makan, pakaian hingga alat tulis," ujar Abdul Wahid.

Salah satu orang tua calon siswa, Eliswati, bersyukur atas program Sekolah rakyat. Program ini sangat meringankan beban keluarganya.

"Suami tidak bekerja lagi lantaran sakit. Saya kerja serabutan, kadang bantu di pasar atau nyuci di rumah orang, dan itu habis buat beli beras. Rasanya tak sanggup menyekolahkan sendiri," tuturnya.

Ia mengaku selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak keempatnya karena kondisi ekonomi keluarga.(adv)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Pemerintah RI Resmi Larang Konser Artis Pro-Zionis

Pendidikan

Indonesia Walk Out saat Netanyahu Pidato di PBB

Pendidikan

Kisruh Koperasi JMB Berlanjut, Pengurus Lama Minta Operasional Dihentikan Selama Status Quo

Pendidikan

Dianggarkan Rp4 Triliun, Operasional Sekolah Rakyat per Siswa Rp3 Sampai 4 Juta per Bulan

Pendidikan

420 Siswa Perdana, Sekolah Rakyat di Kuansing Siap Beroperasi Juli 2026

Pendidikan

Riau Targetkan Penerimaan 420 Siswa Sekolah Rakyat Tahun Ini