SELATPANJANG, kabarmelayu.com - Aliansi Mahasiswa Meranti Menggugat (AM3) rencananya akan menggelar unjuk rasa di Selatpanjang, Riau, pada akhir Januari 2017. Aksi unjuk rasa ini untuk mempertanyakan kejelasan pembayaran beasiswa yang sudah dua tahun tidak disalurkan Pemda.
Hal itu terungkap ketika wartawan menghubungi Zuriyadi Fachmi, selaku koordinator AM3 saat unjuk rasa tanggal 30 Mei 2016 lalu. Waktu itu, mereka juga mempertanyakan masalah kejelasan pembayaran beasiswa.
"Rencana aksi Januari ini seperti jilid II dari aksi tahun lalu, jilid I nya," ujar Zuriyadi.
Adapun tuntutan mahasiswa ini ke Pemda Kepulauan Meranti adalah meminta kejelasan penyaluran beasiswa. Menurut Zuriyadi, mahasiswa masih mempertanyakan sampai dimana kejelasannya, sebab sudah 2 tahun (2015 dan 2016) beasiswa tersebut tidak kunjung cair.
"Kemarin sempat keluar di media pemberitaannya, bahwa akan dibayar Rp1 juta perorang (mahasiswa, red). Tapi, sampai akhir tahun 2016, tidak juga dibayar. Katanya dana belum juga ditransfer pusat," kata Zuriyadi lagi.
Dikatakan Zuriyadi lagi, kalau memang Pemda mengeluhkan tentang keterbatasan anggaran, mahasiswa berencana akan membuat kebijakan. Yaitu, mereka akan mengumpulkan uang kemudian disumbangkan ke Pemda Meranti.
Ketika ditanya kapan tanggal pastinya akan unjuk rasa, Zuriyadi belum bisa memastikan. Menurutnya, saat ini mahasiswa sedang melakukan konsolidasi dengan beberapa pihak.
Diakui Zuriyadi, bisa jadi nantinya mereka juga akan mengajak guru honor madrasah Meranti untuk menyampaikan uneg-uneg. Mengingat, tahun 2016 hak guru honor juga belum bisa dibayar penuh oleh Pemda Kepulauan Meranti, yaitu hanya 8 bulan selama setahun.
"Saat ini kita masih tahap konsolidasi dengan pihak-pihak terkait. Bisa jadi tuntutan kita nantinya tidak hanya masalah beasiswa, tapi masalah gaji guru honor madrasah atau yang lainnya," beber Zuriyadi.
Untuk di Kepulauan Meranti, dana transfer dari pusat (Dana Bagi Hasil/ DBH) sejak dua tahun belakangan memang terkendala. Tahun 2015 sekitar Rp70 miliar tidak ditransfer hingga akhir tahun dan hingga akhir tahun 2016 pusat juga belum mentransfer sekitar Rp56 miliar ke Kas Daerah Kepulauan Meranti. (goriau.com)