24 Sekolah di Pelalawan Lumpuh Akibat Banjir, Peserta Didik Diliburkan

Redaksi - Kamis, 23 Januari 2025 21:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/01/_1097_24-Sekolah-di-Pelalawan-Lumpuh-Akibat-Banjir--Peserta-Didik-Diliburkan.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Salah satu sekolah di Pelalawan yang terdampak banjir Sungai Kampar.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPELALAWAN - Luapan Sungai Kampar imbas dari pembukaan pintu air (spillway gate) PLTA Koto Panjang dan intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan banjir meluas, termasuk Kabupaten Pelalawan yang dialiri.

Melimpahnya air PLTA ini berdampak pada sektor pendidikan, sebanyak 24 sekolah dari berbagai tingkatan di Pelalawan terpaksa diliburkan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan, Leo Nardo, S. Pd memlnerangkan, sekolah-sekolah yang diliburkan tersebar di lima kecamatan, yakni Langgam, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Pangkalan Kuras, dan Teluk Meranti.

Leo Nardo merincikan, di Kecamatan Langgam, SDN 004 Muara Sako menjadi satu-satunya sekolah yang terendam. Sementara itu, di Kecamatan Pangkalan Kerinci, empat sekolah yakni TK Rantau Baru, SD 001 Rantau Baru, TK Kuala Terusan, dan SDN 002 Kuala Terusan terpaksa menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar.

"Kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Pelalawan. Sebanyak 17 sekolah di kecamatan ini terendam banjir, termasuk SMPN 1 dan SMAN 1 Pelalawan," ungkap Leo Nardo.

Keputusan untuk meliburkan sekolah, menurut Leo Nardo, diambil setelah pihaknya menerima laporan langsung dari kepala sekolah di masing-masing wilayah.

"Keamanan dan keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Selain itu, kondisi fasilitas sekolah yang tergenang air juga tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar," jelasnya.

Meskipun demikian, Leo Nardo memastikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi. "Kami akan melakukan evaluasi secara berkala dan segera membuka kembali sekolah jika kondisi sudah memungkinkan," tegasnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah yang terdampak banjir. "Kami berharap banjir segera surut dan aktivitas belajar mengajar dapat kembali normal," tutup Leo Nardo.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

526 Rumah dan Fasum di Kuansing Terdampak Banjir

Pendidikan

Curah Hujan di Pekanbaru Tinggi, Pemko Maksimalkan Penanganan Banjir

Pendidikan

Pekanbaru Masih Dibelit Persoalan Banjir, Ini Kata Wawako Markarius

Pendidikan

Sepanjang 900 Kilometer Drainase di Pekanbaru Dinormalisasi Tahun Ini

Pendidikan

Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang Naik Tipis Malam Ini, di Hilir Terjadi Kenaikan Permukaan Air Sungai Kampar

Pendidikan

Tembilahan Dilanda Banjir Rob