SDN 37 Pekanbaru Jadi Sekolah Percontohan Nasional

Harijal - Kamis, 19 November 2015 22:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2015/11/1c1c90112015_sdn37jadisekolahpercontohannasional.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kepala SDN 37 Pekanbaru, Gimin

Kabar Melayu (Pekanbaru) - SDN 37 Pekanbaru salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kota Pekanbaru yang lolos menjadi sekolah percontohan tingkat nasional. Sekolah tersebut bisa lolos dari ribuan SD yang ada di Riau dan diseleksi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kepala SDN 37 Pekanbaru, Gimin SPdi mengakui, memang sekolah yang dipimpinnya saat ini lolos sebagai sekolah percontohan dan pembina nasional setelah melalui seleksi yang cukup ketat. "Dari ribuan sekolah ada 3 sekolah di kota bertuah ini yang masuk penjaringan, yakni SD 36, SD 150  dan SD 37 Pekanbaru. Setelah melalui proses perjaringan, maka sekolah kita lah yang menjadi sekolah pembina tingkat nasional," ujarnya.

Menurut Gimin, dirinya baru saja pulang dari Bogor melakukan persentasi sekolah di tingkat pusat. "Pada Oktober 2015 lalu, tim penilai dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI telah melakukan sidak ke sekolah. Tujuannya untuk melihat langsung kondisi riil sekolah. Apakah sesuai dengan apa yang sudah di persentasikan," jelas Gimin.

Sebagai sekolah pembina, lanjut Gimin, SDN 37 ini  juga mempunyai sepuluh sekolah binaan pula. Adapun yang menjadi indikator penilaian yakni manajemen berbasis sekolah, UKS, labor, perpustakaan, Kantor, guru, Proses pembelajaran dikelas, audio pembelajaran, program dan prestasi.

"Sebagai sekolah percontohan, kita akan mengimbaskan sekolah lain melalui sekolah binaan tersebut. Target kedepan, out put sekolah kita ini minimal sepuluh besar. Untuk mewujudkan hal itu, sekarang kita sedang menggesanya," ujarnya.

Sampai saat ini, pihaknya mempunyai 27 tim kerja, ada 2 tim besar yakni tim Akreditasi dan Adiwiyata. Gimin mengatakan, saat ini sekolah yang dipimpinnya sedang mempersiapkan diri.

Sekarang pihak sekokah sedang membangun mushalla dengan swadaya orangtua siswa dan masyarakat. Setiap kelas mempunyai paguyuban orang tua siswa. "Ini merupakan partisifasi dari orang tua dan komite. Infak ini tidak dipaksa. Namun lebih kepada sukarela. Berapa saja keikhlasan orang tua siswa," jelasnya.

Lebih jauh Gimin menambahkan, jika sekolah yang beralamat di Jalan Garuda Sakti, Panam ini, terus berupaya memberikan yang terbaik dan tentunya dukungan masyarakat dan orang tua siswa sangat diperlukan. "Harapan kita, setelah jadi pembima nanti,  kita bisa membina sepuluh sekolah binaan lainnya pula. Sehingga sekolah binaan tersebut menjadi sekolah bermutu pula," harap Gimin optimis. (rec)

Berita Terkait

Pendidikan

Peringati Hari Pramuka ke-65, Bupati Siak Ajak Generasi Muda Sukseskan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

Pendidikan

Buah Melimpah, Harga Turun, Nilai Ekonomi Kelapa Inhil Hilang

Pendidikan

Wawako Pekanbaru Temui Hendry Munief di DPR RI, Minta Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat

Pendidikan

SMSI dan RRI Dorong Kolaborasi Media untuk Perkuat Kompetensi Jurnalis dan Jernihkan Informasi

Pendidikan

Kualitas Udara Memburuk Akibat Karhutla Kerumutan, 18 Ribu Masker dan Oksigen Disiapkan untuk Pelalawan

Pendidikan

Hilang Tenggelam di Sungai Kuantan Remaja Ditemukan Meninggal Dunia