KAMPAR - UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 035 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, hari ini menggelar legiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema Gaya Hidup Berkelanjutan, Sabtu (30/11/2024). Kegiatan diikuti seluruh kelas yang ada, dari kelas I hingga VI.
Dalam kegiatan yang digelar di halaman depan sekolah itu, para murid didampingi orang tua menjajakan hasil kerajinan tangan karya mereka pada stan yang disediakan.
"Alhamdulillah, gebyar P5 hari ini sukses. Hasil kerajinan tangan murid-murid ini memanfaatkan limbah dan barang bekas, menjadi benda yang bermanfaat dan bernilai ekonomis," terang Evi Yenti, S. Pd, Kepala UPT SDN 035 Tarai Bangun.
Benda-benda bekas yang menjadi hasil kerajinan tangan tersebut yakni seperti gelas plastik, pipet, sendok plastik, koran bekas dan benda yang biasa digunakan murid-murid di sekolah.
Kepala dekolah menekankan, yang terpenting dalam kegiatan ini bukanlah hasil, namun lebih pada proses dalam menghasilkan benda yang memanfaatkan limbah dan benda bekas tersebut.
Tujuan lain dari gebyar P5 yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka ini, membekali anak-anak agar bisa berkarya dan inovatif. Kegiatan ini merupakan dasar bagi mereka.
"Juga menjadi motivasi bagi anak, guru dan orang tua untuk dapat memanfaatkan limbah dan benda bekas yang ada di lingkungannya," tutur Evi Yenti.
Dijelaskannya, gebyar P5 tema Gaya Hidup Berkelanjutan ini diikuti setiap kelas dengan sub tema dan hasil produk yang berbeda.
Sub tema setiap kelas tersebut antara lain,:1. Sampahku Tanggung Jawabku. Produk yang dihasilkan hiasan dinding.2. Sekolahku Cantik Tanpa Sampah Plastik. Produk yang fihasilkan gapura sekolah.3. Cerdik Kelola Sampah Bersama. Produk yang dihasilkan gantungan lampion. 4A. Budidaya Menanam Jagung di Lahan Terbatas. Produk yang dihasilkan makanan berbahan olahan jagung/kacang 4B. Langkah Sehat Berbekal Apotek Hidup. Produk yang dihasilkan jamu dari jahe, kunyit dan kencur.4C. Kutanam Sayuranku. Produk olahan berupa nasi goreng dan mi.5. Pengolahan Sampah Menjadi Barang berguna. Produk yang dihasilkan tas dan dompet.6. Petualangan si Kertas Bekas. Produk yang dihasilkan keranjang dan kotak tisu.
Semua hasil kerajinan ini dijajakan dan dipamerkan pada stan yang disediakan. Sedangkan khusus untuk kelas 2, gapura sekolah, saat ini dalam tahap pengerjaan, ditargetkan selesai sebelum akhir Desember nanti.
Di kesempatan yang sama, Wati, orang tua murid yang mendampingi kegiatan tersebut menyambut baik kegiatan ini. Pihak orang tua sebutnya akan selalu memberikan dukungan.
Pada kegiatan ini, anak-anak sebutnya tak hanya mendapat pengetahuan dalam mengolah barang bekas saja, tapi juga mendapatkan pembelajaran bagaimana menjual dan menarik minat pembeli untuk membeli hasil karya mereka.
"Dengan benda-benda bekas yang selama ini dianggap sampah, ternyata bisa dimanfaatkan oleh anak menjadi benda yang bernilai," kata Santi.
Dia berharap kegiatan seperti yang dilaksanakan hari ini dapat lebih meningkat di masa mendatang. (Andi)