KAMPAR - Jika di sekolah lain pada umumnya melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (
ANBK) selama dua hari, berbeda dengan UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 028 Kubang Jaya, Siak Hulu, Kampar. Sekolah ini melaksanakan
ANBK selama 6 hari agar mendapat hasil optimal.
Dari 30 peserta ANBK 2024 yang dipilih secara acak oleh kementerian, dalam satu hari UPT SDN 028 Kubang Jaya hanya melaksanakan satu sesi yang diikuti oleh 10 peserta didik. Sedangkan di sekolah lain umumnya diikuti oleh 15 peserta didik, di mana satu harinya dilaksanakan dua sesi, literasi dan numerasi.
Ada alasan tertentu kenapa UPT SDN 028 melakukan pola seperti ini. Salah satunya ingin mendapatkan hasil yang terbaik dan optimal.
"Ya, kami tidak ingin asal melaksanakan ANBK saja, tetapi betul-betul ingin hasil yang optimal. Hasil ANBK yang akan menjadi rapor pendidikan adalah penentuan arah dan kebijakan pengembangan satuan pendidikan terkait satu tahun ke depan," terang Eko Yuniansyah, S. Pd, Kepala UPT ADN 028 Kubang Jaya.
Eko menjelaskan, pada rapor pendidikan ini ada poin-poin mana yang ditekankan dan diperbaiki. Bahkan juga berhubungan dengan penggunaan dana BOS dan perencanaan berbasis data (PBD).
Walaupun bagi pemerintah ANBK untuk pemetaan, namun bagi kepala sekolah tentunya wajib tahu kekurangan dan kelemahan sekolah yang sebenar-benarnya, sehingga pembenahan yang dilakukan tepat sasaran.
Untuk mendapatkan hasil optimal tadi, pihak sekolah sebut Eko tak ingin anak mengisi soal ANBK dipaksakan. Pelaksanaan ANBK pun dilakukan pada pagi ketika anak masih dalam kondisi segar.
ANBK yang diikuti oleh anak, tidak semata-mata mengukur pencapaian akademik, namun juga untuk mengetahui bagaimana kondisi lingkungan belajar yang dirasakan anak.
Demikian juga dengan para guru, Eko selalu berpesan agar mengisi Survey Lingkungan Belajar (Sulingjar) dengan apa yang dirasakan sebenar-benarnya, tidak mengurangi dan tidak pula melebihkan.
"Sehingga hasilnya benar-benar ril, seperti apa kondisi sekolah kita sebenarnya. Kebijakan yang diambil pun nantinya akan tepat sasaran," tutur Eko lagi.
Munculnya wacana Ujian Nasional (UN) akan kembali dilakukan, Eko positif. Namun tentunya harus dibarengi dengan survey kondisi lingkungan sekolah.
Seperti diketahui, pelaksanaan UN pada prinsipnya adalah mengukur keberhasilan pembelajaran hingga kelas akhir. Namun itu saja tidak cukup, tetap harus dibarengi dengan sulingjar.(Andi)