KAMPAR - Sebanyak 4 orang
ASN di UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 019 Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, menerima
penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI Joko Widodo. Penghargaan diserahkan oleh Pj Sekdakab Kampar, Ahmad Yuzar di halaman Kantor Bupati Kampar, Sabtu (17/8/2024).
Penghargaan Satya Lencana Karya Satya ini merupakan pengakuan atas dedikasi dan pengabdian para ASN yang telah mengabdi selama bertahun-tahun untuk kemajuan bangsa dan Negara.
Ada 240 ASN se-Kabupaten Kampar yang menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya ini. Namun tidak seluruhnya menerima dan dipanggil untuk penyerahqn
Adapun 4 penerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya di UPT SDN 019 Pandau Jaya di antaranya Kepala Sekolah Suryadi dan Ibu Salmiati menerima Satya Lencana Karya Satya untuk masa 30 tahun, Yusnatini dan Sri Suprapti.
Kepala UPT SDN 019 Pandau Jaya, Suriady, S. Pd, M. Si menyampaikan rasa syukur atas rahmat yang telah diberikan Allah selama ini. Di mana hingga kini dirinya telah mengabdikaan diri sebagai guru pengajar dan pendidik anak bangsa selama 32 tahun.
Selama itu, Suriady telah banyak merasakan suka dan duka menjadi seorang guru. Mulai dari menjadi guru tanpa gaji hingga tahun 2010 dirinya pertama kali menjabat sebagai kepala sekolah. Seiring waktu, Suriady telah berpindah-pindah dimutasi sebagai kepala sekolah. Hingga akhirnya tahun 2020 Suriady menjabat Kepala UPT SDN 019 Pandau Jaya hingga saat ini.
"Saya menjadi guru pertama kali di Rokan IV Koto yang saat itu masih bagian dari Kabupaten Kampar pada tahun 1992. Hingga akhirnya saya pindah ke Siak Hulu di tahun 1999 hingga kini," tetang Suriady.
Pertama bertugas di Rokan IV Koto tahun 1992 itu, Suriady selama 6 bulan bekerja sukarela tanpa gaji. Namun dia tetap menjalani dengan ikhlas. Padahal saat itu dirinya bertugas mengajar anak-anak transmigrasi di wilayah trans yang baru dibuka.
Apa yang firasakan Sutiady ini berrbeda dengan saat ini, ketika menjadi seorang guru bisa langsung bertugas di kota dengan seluruh kemudahan dan fasilitas yang cukup.
Suriady berpesan kepada guru-guru muda saat ini agar benar-benar komitmen dan konsisten dalam menjalankan ptofesi sebagai guru. Komitmen dan konsistensi itu nantinya akan berbuah manis.
Suriady mengatakan, menjadi guru ini mempunyai dua gaji. Pertama gaji berupa rupiahndan kedua gaji berupa pahala yang akan berguna di akhirat kelak.
Oleh karena itu, Suriady yang masih memiliki masa dinas sekitar 5 tahun ke depan ini mengimbau guru-guru khususnya para guru muda untuk memandang pekerjaannya sebagai sebuah ibadah.
"Ikhlas mengajar, laksanakan tupoksi sebagai seorang guru dengan dasar pengabdian. Insyaa Allah akan dibukakan jalan dan rezeki serta karir," tutup Suriady.(Andi)