KAMPAR - UPT Sekolah Dasar Negeri (
SDN) 024 Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar mengembangkan inovasi budidaya jamur tiram. Budidaya ini melibatkan 10 siswa kelas V dan VI serta 4 orang guru.
Kepala UPT SDN 024 Tanah Merah, Eriyanti, S. Pd menjelaskan, budidaya jamur tiram di sekolahnya ini disebut dengan Simpang Jati (Sekolah Inovasi Penghasil Jamur Tiram). Sebagai persiapan, para siswa dan guru yang terlibat dalam budidaya ini telah mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram beberapa waktu lalu.
"Kita mengirimkan 10 anak dan 4 guru untuk mengikuti pelatihan. Nantinya ini menjadi ilmu dasar bagi mereka untuk pengembangan jamur tiram di sekolah," kata Eriyanti.
Dalam pelatihan tersebut, siswa dan guru diajarkan bagaimana melakukan persiapan awal budidaya jamur tiram. Mulai dari pembuatan baglog atau wadah yang berisi sekam dan tanah sebagai media tanam jamur tiram, sterilisasi baglog dan cara penanaman bibit.
Setelah mendapat pengetahuan dari pelatihan tersebut, para siswa dan guru dapat mengaplikasikan ilmunya di workshop budidaya jamur tiram yang ada di sekolah.
Alasan dipilihnya budidaya jamur tiram ini karena tidak membutuhkan areal yang luas. Hal ini menyesuaikan pada areal UPT SDN 024 Tanah Merah yang memang terbatas.
Meski begitu, budidaya jamur tiram secara sederhana juga tidak membutuhkan modal besar, namun memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
"Harapan kita, dengan adanya inovasi Simpang Jati ini dapat menjadi modal bagi siswa di kemudian hari, membantu perekonomian keluarga. Karena nilai ekonomis dan prospek bisnis ini cukup bagus," tutur Eriyanti lagi.(Andi)