kabarmelayu.com,KAMPAR - Semangat menerapkan dan mengampanyekan serta menanamkan sikap anti
bulying, UPT Sekolah Dasar Negeri (
SDN) 035 Tarai Bangun menampilkan teaterikal drama anti
bulying pada momen gebyar P5 bertema Kebhinekaan Global, Kamis (20/6/2024).
Dalam penampilan yang seluruh perannya dibawakan oleh murid Kelas V SDN 035 Tarai Bangun, setiap murid memerankan peran dengan serius dan menghayati dan sempurna.
Drama ini mengisahkan tiga anggota geng yang suka bertindak semena-mena, mengejek dan memalak anak lainnya. Drama berlatar di dalam kelas.
Hari itu, para anggota geng berbuat diskriminatif terhadap seorang anak baru. Mereka menganggu dan memalak anak tersebut. Ada anak lainnya yang menjadi saksi mata atas perlakuan anggota geng membully si anak baru.
Wali kelas yang kebetulan lewat, kemudian memanggil anggota geng, para saksi serta anak baru yang menjadi korban bulying temannya. Selanjutnya mereka pun dipanggil ke ruang kepala sekolah agar masalah tersebut diselesaikan.
Setelah semua pihak dihadapkan, akhirnya ketiga anggota genk mengakui perbuatan dan kesalahannya. Mereka pun meminta maaf kepada anak baru itu dan berjanji tidak lagi mengulangi perbuatan tak terpuji tersebut.
Alhasil, setelah kejadian itu, akhirnya mereka berteman dengan baik, belajar dan mengejar prestasi bersama. Sekolah pun mwnjadi nyaman dan damai kembali.
Kepala UPT SDN 035 Tarai Bangun, Evi Yenti, S. PD menuturkan, pihaknya sengaja menampilkan drama ini dengan maksud memberikan pemahaman dan menanamkan kepada peserta didik, bahwa tindakan bulying itu sangat dilarang.
"Drama ini termasuk bagian dari langkah-langkah awal sekolah kita menangkal aksi bulying dan tindak kekerasan di sekolah, tindakan bulying sangat perlu diwaspadai," terang Evi Yenti.
UPT SDN 035 Tarai Bangun sendiri, kata Evi Yenti sangat konsisten dan komitmen dengan antibulying. Sekolah ini juga nerupakan salah satu sekolah pertama yang membentuk TPPK (Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan) pada akhir 2023 lalu di Kabupaten Kampar.