Gebyar P5, UPT SDN 035 Tarai Bangun Taja Pentas Budaya Kebhinekaan Global

Andi - Kamis, 20 Juni 2024 14:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/06/_5806_Gebyar-P5--UPT-SDN-035-Tarai-Bangun-Taja-Pentas-Budaya-Kebhinekaan-Global.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Para murid UPT SDN 035 Tarai Bangun membawakan tarian nusantara.(Foto: Andi)
KAMPAR - UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 035 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar menggelar kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kamis (20/6/2024). Kegiatan yang dilaksanakan bertema Pentas Budaya Kebhinekaan Global.

Dalam kegiatan tersebut, tampak seluruh murid UPT SDN 035 Tarai Bangun didampingi orang tua mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah nusantara. Tak hanya para peserta didik, para guru dan kepala sekolah juga mengenakan pakaian adat.

Kepala UPT SDN 035 Tarai Bangun, Evi Yenti, S. Pd dalam penyampaiannya mengakatan, kegiatan ini merupakan selebrasi dan perayaan keberhasilan para murid dalam menuntaskan P5 Kebhinekaan Global yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka.

Dijelaskan, di sekolahnya ini terdiri dari berbagai asal usul dan daerah di nusantara. Oleh karenanya kegiatan ini memperlihatkan budaya dan pakaian adat nusantara.

Acara yang dimulai sejak pagi dibuka dengan pawai nusantara yang diikuti seluruh anak dengan berkeliling seputaran lingkungan sekolah. Beberapa penampilan murid lainnya dalam pentas budaya P5 hari ini di antaranya, untuk Kelas I membawakan dialog dengan berbagai bahasa daerah, Kelas II membawakan lagu dan tarian tradisional nusantara, Kelas IV menampilkan fashion show pakaian adat.

Sedangkan khusus murid Kelas V menampilkan drama teaterikal bertema anti bulying.

Evi Yenti menjelaskan, yang dinilai dari P5 adalah profil pelajar pancasila, tidak hanya pada produk yang dihasilkan murid. "Tetapi lebih pada proses apa yang sudah dilakukan," kata Evi Yenti.

P5 sendiri berpusat pada beberapa bagian, yakni demonstrasi pencapaian, umpan balik, inspirasi dan motivasi dari guru dan orang tua serta komunikasi dan penyampaian ide.

Tak lupa kepala sekolah juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia baik guru dan wali murid yang ytelah berupaya sekuat tenaga hingga pukul 23.00 malam tadi guna menyukseskan pagelaran acara pagi ini.

Senada, ketua panitia kegiatan, Ali Umri, S. Pd dalam laporannya menyampaikan nahwa kegiatan P5 ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan UPT SDN 035 Tarai Bangun.

Ali Umri mengaku sangat bangga dengan kebersamaan para orang tua dan wali murid dalam menggelar kegiatan ini. Bahkan mereka rela bekerja hingga larut malam demi menyiapkan acara ini.

Ke depan, Ali Umri berharap dalam kegiatan yang sama para murid dapat mengenakan pakaian adat dari seluruh daerah di nusantara, termasuk Papua.

"Jika dapat tak usah menyewa, kita gunakan apa yang ada. Jika perlu kita gunakan bahan plastik dari barang bekas," tutur Ali Umri.

Masih di kesempatan yang sama, Koordinator WIlayah Pendidikan (Korwil) Kecamatan Tambang, Endang Purwanti, S. Pd, M. Pd dalam sambutannya mengucapkan syukur atas keberhasilan pelaksanaan gelar P5 di UPT SDN 035 Tarai Bangun. Endang mengapresiasi kemeriahan dan semaraknya acara yang dilaksanakan pagi ini.

kegiatan P5 ini, kata Endang juga bisa mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi murid, guru dan orang tua yang merupakan bagian dari SDN 035 Tarai Bangun. Yakni tanpa membedakan asal usul.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat menangkal dan menghindari terjadinya bulying.

"Kita masih satu keluarga, yaitu keluarga besar SDN 035 Tarai Bangun, tidak ada saling ejek, saling caci dan tidak ada yang berkelahi, semuanya rukun," tutur Endang Purwanti.

Untuk para guru, Korwil juga mengingatkan kegiatan ini bisa dimasukkan dalam PMM (Platform Merdeka Mengajar) sebagai projek. Kegiatan P5 ini juga akan ada rapor tersendiri, yakni kokurikuler bagi murid.

Dia berharap ke depannya kegiatan seperti yang dilaksanakan hari ini dapat juga dilaksanakan pada kesempatan berikutnya.

Sebelumnya, UPT SDN 035 Tarai Bangun pada semester I lalu telah melaksanakan P5 bertema kewirausahaan dengan membuat makanan tradisional. Selain itu juga para murid membuat kursi dan meja yang merupakan daur ulang barang bekas. Produk itu kemudian dijual dengan dibantu orang tua dan wali murid.

Editor
: Andi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Siswa SMP di Siak yang Tewas Saat Ujian Praktik Sains Ternyata Cerdas dan Berbakat

Pendidikan

Bupati Afni Zulkifli Buka Puasa Bersama Mahasiswa Siak di Pekanbaru

Pendidikan

Bupati Afni Buka Puasa Bersama Mahasiswa Siak di Pekanbaru

Pendidikan

LEPPAMI HMI Pekanbaru Bedah Konsep Green Policing Bersama Ketum Cabang

Pendidikan

Kapolda Riau Tegaskan Peran Generasi Muda Hadapi Krisis Iklim dan Sosial

Pendidikan

Wali Murid Arogan Aniaya Wali Murid Lainnya di SD Assofa Pekanbaru, Kini Jadi Tahanan Jaksa