kabarmelayu.comKAMPAR - Menindaklanjuti kondisi
SDN 002 Tanjung, Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar, di mana sebanyak 18 murid di sekolah tersebut melaksanakan pembelajaran di ruang kelas bekas toilet atau WC, mendapat tanggapan serius dari Pj Bupati Kampar hambali.
Hambali menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar Adil, SH, M. Si agar segera menidaklanjuti masalah ini.
Dia meminta dalam bulan ini kondisi ini harus sudah diselesaikan, diharapkan Disdikpora Kampar tanggap terhadap kondisi ini maupun dunia pendidikan di Kampar umumnya.
Demikian ditegaskan Pj Bupati Kampar Hambali didampingi Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar Arizon, SE, Kamis (13/6/2024).
Diketahui, karena keterbatasan kapasitas ruang belajar, sebanyak 18 siswa SDN 002 Tanjung saat ini terpaksa harus belajar di ruang bekas WC atau toilet yang telah dikondisikan menjadi ruang belajar.
Hambali minta kepada dinas terkait agar sesegera mungkin melakukan tindakan cepat guna perbaikan sekolah tersebut.
"Kalau bisa, lakukan renovasi atau pembangunan gedung baru dan dimasukkan dalam perencanaan APBD Perubahan 2024 ini," tegas Hambali.
Plt Kepala SDN 002, Apriwardi membenarkan kondisi di sekolahnya tersebut. Sebanyak 18 siswa itu belajar di ruang bekas toilet sejak 5 tahun lalu. Namun, sebelum jadi ruangan belajar, toilet itu sempat dijadikan gudang sekolah.
Apriwardi juga tak menampik jika ruang kelas atapnya sudah rapuh dan terbatas. Maka ruang toliet dengan ukuran hanya 4 x 6 meter kemudian dirombak untuk belajar.
Sekilas, ruang belajar itu terlihat baik. Namun atap hingga plafon sudah rapuh dan sudah beberapa kali jatuh. Berbeda dengan kondisi di dalam ruangan itu yang terlihat bagus karena wali kelas berinovasi dengan bunga-bunga.
Kepala sekolah terdahulu sebenarnya telah sering melakukan pengajuan proposal perbaikan.