PEKANBARU, kabarmelayu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memasang target besar dalam penyelenggaraan ujian nasional (UN) 2017. Yakni menargetkan ada 60 persen atau sekitar 21 ribu unit sekolah penyelenggara ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Di Riau diperkirakan terjadi peningkatan dua kali lipat. Dari total sebelumnya 62 sekolah (SMP, SMA dan SMK) menjadi 120-an. Meski begitu Pemprov Riau melalui Disdikbud Riau belum mendapatkan angka pasti.
Sebab pascapertemuan di Kemendikbud RI, Kepala Disdikbud Riau Dr Kamsol mengatakan tidak disebutkan sekolah yang akan menjadi pelaksana UNBK di daerah. Tapi lebih pada tahap pendataan hingga memasuki semester genap tahun pelajaran 2016/2017 nanti.
“Kami diminta mendata dulu. Kebijakan mengikuti dari pusat. Ini ada aturan baru, dengan ini akan menambah banyak sekolah, Riau bisa saja dua kali lipat dibanding sebelumnya,” ungkap Kamsol.
Optimisme tersebut disampaikan Kamsol, karena salah satu persyaratan di mana suatu sekolah yang memiliki 20 unit komputer sudah bisa melaksanakan UNBK. Karenanya, jelas Kamsol, akan ditata ulang sekolah-sekolah yang melaksanakan.
Dengan demikian memang diperkirakan Kadisdikbud Riau sangat mungkin akan lebih banyak sekolah pelaksana UNBK di Riau. Dicontohkannya minimal sekolah-sekolah itu dengan melihat pendekatan jarak.
“Mendata dulu sekolah ini bisa dilaksanakan di mana saja. Dengan sistem pendekatan-pendekatan jarak bisa dilaksanakan,” sambungnya.
Dicontohkan Kadisdikbud Riau misalnya sekolah di Pekanbaru. Untuk SMP 5, SMP 10, dan SMP 4 misalnya, nanti bisa mengikuti UNBK di SMPN 1. Demikian pula sekolah-sekolah lain, sehingga akan menambah jumlah peserta dan sekolah pelaksana UNBK di 2017.
Harus Tekan Gangguan Teknis selama UNBK
Disisi lain Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam menjelaskan Kemendikbud tidak akan meloloskan begitu saja usulan sekolah menggelar UNBK.
’’Kami akan kirim tim untuk memantau kesiapannya,’’ kata Nizam di Jakarta, Jumat (23/12/16).
Guru besar UGM Jogjakarta itu mengatakan sampai saat ini belum ada keputusan sekolah penyelenggara UNBK 2017. Kemendikbud baru akan memutuskan sekolah penyelenggara UNBK 2017 pada 15 Januari nanti. Dia mengakui bahwa sudah ada 21 ribu unit sekolah yang mengakui siap melaksanakan UNBK tahun depan.
Menurutnya banyak sekali manfaat migrasi UN dari kertas ke komputer (UNBK). Di antaranya adalah hemat anggaran, efisiensi tenaga, lebih aman, dan kualitas kejujuran lebih terjaga. Nizam menjelaskan misi Kemendikbud adalah memaksimalkan penggunakan komputer di sekolah-sekolah untuk UNBK.
Pengamat pendidikan dari UIN Syarif Hidayatullah Jejen Musfah menjelaskan pelaksanaan UNBK 2016 masih banyak masalah di lapangan.
’’Niat memperbanyak lokasi pelaksana UNBK memang baik,’’ katanya kemarin. Namun Kemendikbud harus bisa memastikan kendala-kendala teknis di lapangan bisa diminimalisir. Dia mencontohkan kendala teknis itu seperti koneksi internet yang lambat, pemadaman listrik, server sibuk atau overload, kesulitan login, dan kompetensi tim teknis. Baginya kendala teknis pelaksanaan UNBK itu tidak bisa disepelekan. Sebab setiap kali ada gangguan teknis, berpengaruh pada kondisi psikis peserta ujian.
Ketua Program Magister Manajemen Pendidikan Islam itu mengatakan, dalam waktu tiga bulan ke depan harus dipastikan pembelajaran tuntas untuk semua mata pelajaran. ’’Khususnya yang diujikan di UN,’’ tuturnya.
(riaupos.co)