SELATPANJANG, kabarmelayu.com - Perbaikan dua sekolah, SDN 6 dan MTs Islamiyah di Jalan Kyai Kabiruddin Desa Segomeng Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau, yang rusak diterjang puting beliung segera diperbaiki. Perbaikan itu ditargetkan tuntas menjelang akhir Desember 2016.
Hal itu ditegaskan Bupati Kepulauan Meranti Drs, H. Irwan, M.Si saat meninjau langsung dua sekolah yang mengalami kerusakan akibat puting beliung ini. "Dalam minggu ini juga kerusakan atap sekolah akan diperbaiki. Sehingga, saat anak-anak masuk belajar, semuanya sudah selesai selesai dikerjakan," kata Irwan, Selasa (20/12/2016).
Di samping rasa prihatin, tambah H Irwan sebenarnya ada syukur yang harus diucapkan. Yaitu, angin puting beliung terjadi saat siswa libur sekolah dan waktunya pun pada malam hari. Ia tidak bisa membayangkan seandainya kejadian itu pada siang hari dan siswa sedang belajar.
"Nanti kita perbaiki atap, plafon dan kerusakan lainnya. Kita harapkan ini bisa langsung digunakan untuk proses belajar mengajar," tambahnya sambil mengatakan bahwa perbaikan itu nantinya berasal dari alokasi dana tidak terduga.
Saat kunjungan, H Irwan didampingi Ketua Komisi C DPRD Kepulauan Meranti Ardiansyah, Plt Kadisdikbud Kepulauan Meranti Rosdaner, Kadiskes dr Irwan Suwandi, Kabag Humas Helfandi, Kadis Sosial Izhar, Kaban PMD Ikhwani, Kapolres AKBP Barliansyah, Kapolsek Rangsang Barat Ipda Roemin Putra, Camat Rangsangbarat Said Jamhur, dan beberapa kepala desa.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Minggu (18/12/2016) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB terjadi puting beliung di Rangsangbarat. Dua sekolah yang terletak di Jalan Kyai Kabiruddin Desa Segomeng Kecamatan Rangsang, Riau, SDN 6 dan MTs Islamiyah, mengalami kerusakan bagian atap.
Untuk SDN 6, terjadi kerusakan bagian atap dan plafon 2 unit ruang kelasnya dan MTs Islamiyah juga mengalami kerusakan atap dan plafon untuk 3 unit ruang kelas.
Menurut Plt Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti M Edy Afrizal SE MH, atas kejadian ini kerugian diperkirakan mencapai Rp35 juta. "Kita sudah ke TKP dan berkoordinasi dengan kepala desa, kepala sekolah dan warga setempat," kata Edy Afrizal.
Menurut Edy juga, saat mereka berkoordinasi dengan Kepala Sekolah MTs Islamiyah, Benyamin SPdI, kerusakan atap dan plafon itu disebabkan angin kencang. Angin yang berhembus sekitar 15 tersebut telah mampu merusak bagian atas sekolah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
"Angin reda pukul 01.15 WIB dan tidak ada korban jiwa," tambah Edy.
(goriau.com)