PEKANBARU, kabarmelayu.com - Masih adanya guru di Riau yang digaji di bawah upah kelayakan cukup memprihatinkan. Mereka bergaji antara Rp350 ribu sampai dengan Rp500 ribu per bulan. Hal ini umumnya dialami guru honorer dan guru komite sekolah.
Untuk itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau akan terus memperjuangkan masalah ini sampai ke tingkat pusat. Diharapkan, pada 2017, gaji semua guru sudah berada di atas upah kelayakan.
Komitmen PGRI Riau ini disampaikan Ketua PGRI Riau Dr Syahril, S.Pd, MM di sela kegiatan Seminar Pendidikan dengan tema Strategi Pembinaan Moral Anak Didik Ala Jepang dan Negara Lain, Kamis (15/12/16) di ruangan Aula Gedung Guru Riau.
“Nasib guru honorer memang cukup menyedihkan. Gaji yang diterima, rata-rata jauh di bawah kelayakan. Padahal peran guru menyukseskan pendidikan nasional tak kalah besar. Kami dari PGRI Riau sudah melakukan pertemuan dengan PB PGRI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan membahas ini. 2017, pusat akan berusaha meningkatkan kelayakan upah guru,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.
PGRI Riau juga membahas penerimaan pegawai baru. Selain untuk keperluan daerah terpencil, sambungnya ada juga kuota perekrutan CPNS sistem Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pengangkatan di daerah bisa dilakukan jika ada posisi yang harus diisi segera. Itupun bersyarat. Anggaran pegawai di daerah bersangkutan haruslah memadai.
“Kualitas guru merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Sementara kualitas guru ditentukan oleh beragam faktor, salah satunya soal gaji dan tunjangan. Faktor lainnya berkaitan dengan kompetensi, pengembangan karier, pelatihan, dan juga pemberdayaan. PGRI Riau akan terus berusaha keras untuk memperjuangkan nasib guru ini,” jelasnya.
Pada kesempatan itu Syahril menjelaskan, berdasarkan laporan Education Efficiency Index, Indonesia termasuk negara yang kurang mengapresiasi guru. Dari 30 negara yang disurvei, gaji guru di Swiss tertinggi dengan nilai 68.000 dolar AS atau sekitar Rp950 juta per tahun. Gaji guru tertinggi berikutnya adalah Belanda, Jerman, dan Belgia. Di Perancis, gaji rata rata guru senilai 33.000 dolar AS per tahun. Sedangkan Yunani 25.000 dolar AS per tahun.
Indonesia sendiri berada di urutan paling buncit dengan gaji 2.830 dolar AS atau Rp39 juta per tahun. Gaji guru PNS ada dalam rentang Rp1.486.500 dan Rp5.620.300, bergantung pada golongan kepegawaiannya. Sementara gaji guru nonPNS masih di bawah kelayakan. Ada yang bergaji Rp350.000 sampai dengan Rp500.000.
(riaupos.co)