BENGKALIS, kabarmelayu.com - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kabupaten Bengkalis menggelar pelatihan penulisan jurnal, yang digelar selama satu hari, Rabu (15/12/2016).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua STAIN Prof Dr Samsul Nizar, Wakil Ketua II Muhajir Darwis, Wakil Ketua III Wira Sugiarto, Ketua MUI H. Amrizal Isa MA, dan puluhan Dosen STAIN Kabupaten Bengkalis.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Muhammad Assubli saat diwawancarai menyampaikan, dengan adanya kegiatan pelatihan penulisan jurnal tersebut, diharapkan kepada Dosen STAIN Bengkalis agar lebih mampu membuat penulisan jurnal lebih baik lagi.
"Para dosen yang mengikuti kegiatan ini supaya lebih mampu membuat penulisan jurnal yang lebih baik lagi sehingga memiliki kualitas lebih baik," kata M. Assubli, Rabu (15/12/2016).
Terpisah, Ismail Suardi Wekke Ph, D, Asesor Akreditasi Jurnal Nasional dari STAIN Sorong Jayapura yang ditunjuk sebagai narasumber mengatakan, pelatihan penulisan jurnal ini sebenarnya materi yang sering didapat para dosen.
"Kemudian, karena pusat penelitian dan pengabdian masyarakat STAIN Bengkalis menginginkan bahwa laporan penelitian transportasi menjadi artikel jurnal. Bahkan, teman-teman mengumpulkan artikel kemudian akan dilakukan review agar menyamakan persepsi," ujar Ismail Suardi Wekke.
Ia melanjutkan, setelah artike-artikel ini terkumpul, kemudian harapannya akan diterbitkan. "Jadi, sebenarnya ini bukan materi yang baru atau materi yang sama sekali baru buat dosen karena mereka sudah terbiasa meneliti. Hanya kami kembali memberikan penguatan penguatan dan sebagainya. Harapannya, bisa diterbitkan bisa seperti buku ataupun bentuk jurnal," jelsnya.
Selain itu, Ismail Suardi Wekke juga mengaharapkan kepada peserta pelatihan penulisan Jurnal ini agar memperbaiki lagi artikel-artikelnya setelah diperbaiki. Kemudian, tentunya akan diterbitkan.
"Jadi, jangan hanya membuat laporan penelitian lalu tidak terpublikasi ke dunia luar. Kalau saya melihat kemampuan mereka sangat bagus. Hanya saja ini personel malahan bagaimana kami akan menyamakan persepsi dalam penulisan, seperti halnya jumlah kata dalam abstrak dan kemudian berapa kata. Yang jelas, kami harus sama persepsi," imbuhnya
(riaupos.co)