Cegah Stunting, Mahasiswa Kukerta UNRI Demonstrasi Pembuatan MPASI di Desa Koto Damai, Kampar Kiri Tengah

Harijal - Selasa, 15 Agustus 2023 21:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/08/6c2c5e082023_untitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Mahasiswa Kukerta UNRI 2023

KAMPAR - Dalam rangka pencegahan stunting bagi bayi dan balita, Mahasiswa kuliah kerja nyata (Kukerta) Universitas Riau yang dibimbing oleg Dosen Pembimbing Lapangan RA. Rizka Qori Yuliani Putri, S.ST., M.T mengadakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting serta demonstrasi pembuatan MPASI bagi Ibu-ibu yang memiliki balita di Posyandu Mawar 1 desa Koto Damai, kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kamis (10/08/2023).

Sosialiasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada ibu-ibu terkait apa yang dimaksud dengan stunting, faktor penyebab terjadinya stunting, hingga cara pencegahannya. 

Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan gizi yang terkandung dalam makanan yang akan diberikan pada bayi dan balita. Dengan begitu, gizi akan tercukupi dengan baik guna mencengah stunting. 

Angka Stunting sendiri di Indonesia cukup tinggi, hal tersebut terjadi karena beberapa faktor. Faktor utama terjadinya stunting yakni rendahnya asupan gizi pada anak. 

Asupan gizi sangat ditentukan oleh pola makan yang diberikan sang ibu. Meskipun bahan makanan yang disediakan dalam jumlah yang cukup, namun hal tersebut belum bisa mencengah stunting jika tidak diiringi dengan pengetahuan mengenai asupan gizi yang baik pada bayi dan balita. 

Makanan pendamping ASI (MPASI) merupakan pemberian makanan lain sebagai pendamping ASI yang diberikan pada bayi dan balita usia 6-24 bulan. 

Makanan pendamping ASI harus diberikan setelah anak berusia 6 bulan karena pada masa tersebut produksi ASI semakin menurun sehingga asupan zat gizi dari ASI tidak lagi memenuhi kebutuhan gizi anak yang semakin meningkat. Apabila terlambat dalam pemberiannya, maka akan menyebabkan masalah gizi bagi bayi dan anak.

Maka dari itu penting bagi para Ibu yang memiliki bayi maupun balita untuk mengetahui resep dan tata cara membuat MPASI yang baik dan benar, termasuk pemilihan bahan yang akan digunakan. 

Demonstrasi Pembuatan MPASI yang diperagakan oleh Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2023 dihadiri oleh Ibu-ibu Kader, Bidan Desa, dan Ibu-ibu bayi dari Dusun 1 dan 4 di Desa Koto Damai, Kecamatan Kampar Kiri Tengah. 

Menu MPASI yang dipraktekkan yakni bubur hati ayam wortel. Bahan yang digunakan mengandung nutrisi  yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang si kecil. Hati ayam mengandung zat besi yang baik untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan otak.

Wortel dinilai memiliki kandungan yang mampu menjaga tumbuh kembang bayi secara optimal, yaitu beta karoten dan vitamin A untuk menjaga kesehatan mata bayi. Sedangkan bubur memiliki kandungan karbohidrat yang menjadi sumber energi bagi tubuh.(*)

Berita Terkait

Pendidikan

Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau

Pendidikan

Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus

Pendidikan

Lagi, 150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

Pendidikan

Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Agung Terima Penghargaan

Pendidikan

DPD PKS Kampar Apresiasi Turnamen Mini Soccer Kerjasama PWI Kampar dan Anggota Legislatif PKS

Pendidikan

Terpilih Aklamasi, Achmad Faisal Reza Ketua Umum KONI Pekanbaru 2026-2030