418 Murid Bergantian Gunakan 7 Ruang Kelas di SDN 035 Tarai Bangun

Harijal - Kamis, 08 Juni 2023 08:16 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/06/3b6618062023__8879_418muridbergantiangunakan7ruangkelasdisdn035taraibangun.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Evi Yenti, S.Pd, Kepala UPT SDN 035 Tarai Bangun.(Foto: Ist)
KAMPAR - Cukup memprihatinkan, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 035 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar ytang berada di tengah pemukiman padat penduduk, minim ruang kelas. Sebanyak 418 peserta didiknya harus bergantian menggunakan 7 ruang kelas yang ada dan ditambah satu ruang perpustakaan.

 

Kondisi ini tentunya perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Perbandingan antara jumlah anak didik dengan ruang kelas yang tersedia ini tentu sangat tak layak.

 

"Iya, terpaksa kita melaksanakan pembelajaran tiga sesi, pagi, siang dan sore. Seluruhnya ada 17 rombel (rombongan belajar)," kata Evi Yenti, S. Pd, Kepala UPT SDN 035 Tarai Bangun.

 

Untuk shift pagi dimulai pukul 07.00 WIB hingga 12.45 WIB, selanjutnya dari pukul 12.45 WIB hingga pukul 15.00 WIB dan terakhir pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.15 WIB. Sementara, untuk jumlah murid dalam satu lokal ada yang mencapai 35 murid.

 

Selama tiga tahun bertugas di SDN 035 Tarai Bangun, Evi Yenti sudah melakukan berbagai upaya, termasuk mengajukan proposal ke Pemkab Kampar melalui Disdikpora.

 

Evi Yenti juga sudah berkomunikasi dengan DPRD Kabupaten Kampar, namun hingga saat ini tak kunjung mendapat respon yang memuaskan.

 

Sebenarnya, Evi Yenti menjelaskan, untuk menambah bangunan di sekolahnya ini memang tak memungkinkan, karena keterbatasan lahan yang memang sempit. Kalau pun ingin memanfaatkan lahan yang ada saat ini, maka harus merombak total bangunan yang ada dan dibangun kembali bertingkat.

 

Sebagai solusi lainnya yakni memanfaatkan lahan seluas 30X50 meter yang ada di sebelah sekolah. Sudah beberapa kali pihaknya mencoba mengkomunikasikan dengan aparat pemerintah setempat, namun belum ada solusi.

 

"Sekolah kami ini memang bisa dikatakan darurat. Bayangkan saja, 7 ruang kelas digunakan untuk 418 anak didik, ini memang sangat dipaksakan," ujar Evi Yenti.

 

Ditambah lagi dengan beberapa fasilitas sekolah yang tak tersedia. Sebut saja ruang kantor, ruang kepala sekolah, UKS dan lainnya, "apalagi aula yang seharusnya dibutuhkan oleh pihak sekolah, gudang pun kita tak punya. Memang terlalu minim sekali," papar Evi Yenti.

 

Bahkan, untuk berolah raga di luar ruangan dan upacara, para murid memanfaatkan fasos yang berada di depan sekolah di luar pagar. Anak-anak juga tak memiliki halaman untuk bermain saat istirahat.

 

Selain itu, 7 ruang kelas yang ada pun saat ini kondisinya juga sudah rusak. Pada bagian atap bahkan sudah sangat lapuk dimakan usia. Termasuk lantai ruang kelas yang hanya disemen dan sudah mulai pecah.

 

"Apalagi tembok pagar sekolah yang tingginya hanya sepinggang, sekolah kita sangat rawan sekali dengan aksi pencurian dan pengrusakan aset sekolah, itu sudah seringkami alami," tambah Evi Yenti.

 

Evi Yenti mengaku, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun lalu, pihaksekolah terpaksa membatasi peserta didik yang masuk karena keadaan yang takmemungkinkan. Padahal, sejak dua tahun lalu calon peserta didik yang mendaftar di SDN 035 Tarai Bangun terus bertambah.

 

Pihak SDN 035 sangat mengharapkan perhatian pemerintah, baik DPRD Kamparmaupun Pemkab melalui Disdikpora, mengingat lagi pertumbuhan penduduk di wilayah ini, jumlah anak usia sekolah dasar terus bertambah.

 

"Sudah kita ajukan proposal pembangunan dan revitalisasi sejak 2020 lalu kepada pihak Disdikpora dan anggota dewan DPRD Kampar, namun hingga kini belum ada jawaban," sebut Evi Yenti lagi.

 

Lagi, Evi Yenti yang pernah menjadi guru di SDN 024 Tarai Bangun ini berharap sekolahnya dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kampar. Tentunya itu harus didukung dengan sarana prasarana dan fasilitas yang memadai.(Andi)

Berita Terkait

Pendidikan

9.184 ASN Pemko Pekanbaru Serentak Baca Surah Al-Mulk di Masjid An Nur

Pendidikan

Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Gerebek Dua Tersangka Narkoba di SM Amin

Pendidikan

Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI

Pendidikan

Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal

Pendidikan

Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah

Pendidikan

Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah