UPH Gelar Seminar Internasional dengan Dua Kampus Besar Asal Amerika

Harijal - Rabu, 01 Februari 2023 19:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/02/398098022023_untitled8.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Universitas Pelita Harapan (UPH). (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

JAKARTA - Gandeng dua kampus di luar negeri yakni The University of North Carolina, Carolina Asia Center dan UNC Global, Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali menggelar seminar dan diskusi internasional secara hybrid bertemakan 'Indonesian in International Relations'.

Seminar internasional itu digelar secara virtual di UNC Nelson Mandela Auditorium, Chapel Hill Amerika Serikat dan juga di gedung UPH Kampus Pasca Sarjana, Jakarta.

Wakil Rektor Bidang Akademik UPH Christine Sommers dan Vice Provost for Global Affairs and Chief Global Officer UNC Barbara Jean Stephenson, membuka seminar internasional hari pertama. Lalu dihadiri juga Duta Besar Piper Campbell sebagai keynote speaker dan juga Guru Besar Magister Hubungan Internasional (MHI) UPH Prof Aleksius Jemadu, sebagai responden.

Berbekal pengalaman saat menjalankan tugas di Jakarta sejak Juni hingga Desember 2018, Duta Besar Campbell yang pernah menjadi wakil dari Amerika Serikat untuk ASEAN tersebut mengatakan, ingin mengetahui perspektif dan usaha apa saja yang akan dilakukan oleh Indonesia terhadap kebijakan luar negeri atau foreign policy, di masa mendatang.

“I would say that Indonesia is truly the most fascinating country in the world,” tutur Prof Campbell di awal pidatonya.

Dia pun mengatakan, Indonesia memiliki kompleksitas tinggi dalam hal budaya dan juga politik yang menggiringnya ke pembahasan tentang kebijakan politik luar negeri Indonesia, serta pengaruhnya pada hubungan internasional.

Prof Campbell juga memaparkan beberapa pemikirannya, seperti posisi Indonesia dalam wilayah Indo-Pasifik, kerja sama bilateral Indonesia dengan beberapa negara, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok dan perspektif politik luar negeri yang berpotensi dilakukan Indonesia lainnya.

Kebijakan Politik Luar NegeriSebagai tanggapan dari perspektif Indonesia, Guru Besar Magister Hubungan Internasional UPH Prof Aleksius Jemadu mengatakan, kebijakan luar negeri yang berlaku di Indonesia memang sangat kompleks, mengingat posisi geografis negeri ini.

"Maka dari itu, pembuatan kebijakan luar negeri ini sendiri sangat rumit dan pemerintah berusaha untuk membuat kebijakan yang strategis dan sedinamis mungkin," tuturnya.

Kemudian isu-isu internasional penting lainnya, seperti kebijakan luar negeri yang berhubungan dengan keagamaan disampaikan oleh Hoesterey dari Emory University, dan juga peran generasi muda dalam membantu tumbuh kembang negara, khususnya dalam membangun hubungan dan memperhatikan isu-isu internasional, dalam skala global disampaikan oleh Tsamara Amany menarik banyak minat mahasiswa Magister Hubungan Internasional UPH dan juga UCN untuk aktif bertanya dan dijawab oleh para narasumber dalam memotret Indonesia di kancah Hubungan Internasional.

(sumber: Liputan6.com)

Berita Terkait

Pendidikan

9.184 ASN Pemko Pekanbaru Serentak Baca Surah Al-Mulk di Masjid An Nur

Pendidikan

Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Gerebek Dua Tersangka Narkoba di SM Amin

Pendidikan

Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI

Pendidikan

Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal

Pendidikan

Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah

Pendidikan

Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah