JAKARTA, kabarmelayu.com - Dalam waktu tidak lama lagi tepatnya 5 tahun lagi, Indonesia akan mengalami kekurangan sangat banyak dosen. Pemerintah memperkirakan kekurangan itu mencapai 10.000 orang.
Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menyebutkan kekurangan terutama karena sepuluh ribu dosen akan pensiun. Itu berarti, hanya dalam waktu singkat pemerintah harus menyiapkan penggantian dosen.
"Formasi dosen dalam rekrutmen pegawai sangat kecil, bahkan hampir tidak ada. Ini akan jadi masalah besar," ujar Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti dalam diskusi pendidikan di Jakarta, Senin (5/12/2016).
Apalagi, lanjut Ghufron, dosen S1 berusia 31-33 masih lebih tinggi. Belum lagi masalah matching program bidang ilmu dan formasi yang dibutuhkan pembangunan. "Banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan kebutuhan pembangunan saat ini yaitu sektor infrastruktur dan kemaritiman," terangnya.
Dia mencontohkan lulusan S1 lebih banyak di program studi agama, ilmu sosial, ilmu kesehatan. Sementara ilmu teknik dan kemaritiman malah tidak ada. Padahal itu yang dibutuhkan pembangunan infrastruktur.
(riaupos.co)