Disdik Riau Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan yang Selaras di Provinsi Riau

Harijal - Kamis, 30 Desember 2021 15:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/12/5df1ec122021_disdikriaudorongpeningkatanmutu.jpeg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau mendorong peningkatan mutu pendidikan yang selaras mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai ke pendidikan menegah. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Dr. H. Kamsol saat membuka rapat koordinasi bidang pendidikan Provinsi Riau tahun 2021 di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Kamis (30/12/2021).

Dalam rapat koordinasi ini, Kepala Dinas Pendidikan Riau mengatakan bahwa saat ini angka putus sekolah masih belum tertangani secara optimal. Sehingga masalah putus sekolah masih tinggi di Provinsi Riau. 

"Perlu dirumuskan sebuah solusi dimana pendidikan kesetaraan juga merupakan kewenangan kabupaten/kota. Namun, provinsi sangat berperan akan mendorong kabupaten/kota dalam rangka penanggulangan angka putus sekolah tersebut," ungkap Kamsol. 

Saat ini berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudaayan RI tahun 2021 diantaranya Angka Partisipasi Murni (APM) Provinsi Riau 2020/2021 sebesar 88,91. Gambaran umum penduduk usia 3-6 tahun PAUD sederjat yang tidak atau belum sekolah sebesar 185.228.

Kepala Dinas Pendidikan Riau mengungkapkan bahwa, keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) beberapa waktu lalu pernah mendapatkan penghargaan menjadi Bunda Terbaik Nasional tahun 2017.

"Hal itu karena capaian kinerja PAUD kita tertinggi di Indonesia. Program satu desa satu PAUD sudah hampir msncapai maksimal. Sementara akhir-akhir ini keberadaan PAUD di Provinsi Riau justru menurun," ungkapnya. 

Selain itu, Kamsol menuturkan terkait sekolah marjinal masih ditangani oleh Pemerintah Provinsi Riau. Semestinya sekolah marjinal ini tidak ada lagi dengan semakin berkembangnya wilayah suatu daerah. Karena hal tersebut sudah menjadi tanggungjawab kabupaten/kota.

"Jika siswanya sudah banyak, semestinya sekolah tersebut dijadikan sekolah reguler. Apapun permasalahan atau kendala terhadap penyelenggaraan ini sudah sebaiknya kita duduk bersama," ungkap Kamsol. 

Untuk diketahui berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Riau, kondisi sekolah marjinal (SD) yang masih ditangani Pemerintah Provinsi Riau tahun 2021 yaitu sebanyak 53 sekolah induk, 2030 siswa yang tersebar di 35 kecamatan yang ada di Provinsi Riau. (MCR)

Berita Terkait

Pendidikan

10 Nama Calon Pimpinan Baznas Riau Diserahkan ke Gubernur

Pendidikan

Operasi Patuh LK 2026 Dimulai, Ini Sasaran Polresta Pekanbaru

Pendidikan

Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026

Pendidikan

Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau

Pendidikan

Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya

Pendidikan

Dolfie Rompas Minta Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Klarifikasi Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura