Gubri: Pendidikan Sejarah Bagi Anak itu Penting

Harijal - Senin, 13 Desember 2021 10:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/12/10540d122021_gubripendidikansejarahbagianak.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan bahwa pendidikan sejarah itu penting diberikan kepada anak-anak. Menurutnya, bangsa Indonesia ini merupakan bangsa yang tidak lepas dari sejarah dan peristiwa besar. Oleh karena itu, sudah sewajarnya generasi penerus bangsa mengetahui bagaimana sejarah bangsanya.

"Berkaitan dengan ini (pendidikan sejarah), menurut kami sangat penting," ucapnya, saat memberikan kata sambutan sebagai Ketua Umum (Ketum) Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Provinsi Riau masa bakti 2021-2026 di Pangeran Hotel Pekanbaru, Minggu (12/12/2021).

Gubri mengungkapkan, jika pendidikan sejarah tidak diberikan kepada anak-anak, mana mungkin anak-anak tersebut akan tahu bagaimana sejarah Kemerdekaan Indonesia ini. 

"Apalagi kalau orang tuanya tidak mau cerita sejarah ke anaknya, bagaimana anaknya akan tahu tentang sejarah," ujarnya.

Zaman ia sekolah dulu, pendidikan pancasila, pendidikan moral pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan menjadi mata pelajaran penting dipelajari karena itu adalah bagian ciri orang Indonesia.

"Tentu kita harapkan pendidikan seperti ini (sejarah) tetap kita berikan kepada anak-anak kita," ungkapnya.

Syamsuar menambahkan, selain pendidikan sejarah. Pendidikan yang tidak kalah penting yang harus diberikan kepada anak-anak sejak usia dini adalah pencegahan narkoba. Sebab di beberapa daerah anak pendidikan Sekolah Dasar (SD) sudah dimanfaatkan untuk menjual narkoba, sabu-sabu dan barang haram lainnya.

"Kalau memang itu sampai ke anak, rusaklah bangsa kita ini," tuturnya.

Karena daerah Riau ada yang berada di daerah pesisir menjadi tempat masuknya narkoba, maka Gubri mengajak semua pihak untuk berjuang mengatasi masalah narkoba. Agar generasi muda Riau betul-betul menjadi generasi emas pada tahun 2045 yang akan datang.

"Kita harus betul-betul menyiapkan generasi emas dan bonus demografi ini yang jauh dari narkoba. Kita harap ini betul-betul bisa kita manfaatkan untuk bangsa dan Negara RI," tutupnya. (MCR)

Berita Terkait

Pendidikan

Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji

Pendidikan

PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0

Pendidikan

Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau

Pendidikan

Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus

Pendidikan

Lagi, 150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

Pendidikan

Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Agung Terima Penghargaan