BANDUNG, kabarmelayu.com -Salah seorang putra Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar Aulia Agung Saputra tidak menyangka bakal bisa meneruskan cita-citanya. Terlebih bisa menuntut ilmu, kuliah di Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK) Bandung.
Karena ia sempat patah arang sebab disaat keinginannya tengah menggebu-gebu untuk menutur ilmu ia malah mendapatkan cobaan orang tuanya berpisah.
Setelah tamat dari MAN 1 Lipat Kain Kecamatan Kampar Kiri pria yang cukup berprestasi di sekolahnya ini selalu mendapatkan Bea Siswa dari pihak PT RAPP.
Ketika itu pria yang biasa dipanggil Agung ini mengikuti tes di PT RAPP untuk bisa melanjutkan kuliah di Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK) Bandung. Karena pihak RAPP juga melakukan kerjasama dengan Akademi yang hanya satu-satunya ada di Indonesia itu.
Waktu berjalan kondisi keluarganya yang mulai jadi perbincangan dikampung halamannya ditambah tidak ada kabar dari pihak PT RAPP terkait hasil tes ia sempat putus asa.
Ditengah keputusasaan Agung memutuskan untuk mengadu nasib ke Pekanbaru bekerja sebagai pengantar air galon. Ia bekerja dari pukul 08.00 Wib hingga jam 22.00 Wib.Bahkan ia sempat mencari ikan dan ironinya menjadi seorang tukang parkir di Pasar Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri.
"Waktu itu saya sangat down Pak, tidak tahu apa yang akan saya dilakukan,"ucapnya kepada wartawan, Selasa (29/11/16).
Namun berkat kesabaran dan ketabahannya ia menerima kabar gembira yang datang dari pihak PT RAPP bahwa ia dinyatakan lulus dan berhak untuk kuliah di Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK) Bandung melalui program Bea Siswa.
"Mendengar kabar itu alangkah senang dan gembiranya saya Pak, karena pihak PT RAPP, saya bisa menggapai cita-cita dan kuliah maka untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada pihak PT RAPP,"ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Saat ini Agung sudah berada di semester lima dan sebentar lagi akan menamatkan diri.
"Setelah tamat di ATPK Bandung ini saya siap mengabdikan diri dan bekerja di PT RAPP," ujarnya sambil berharap kedepan PT RAPP lebih memprioritaskan untuk merekrut putra-putri terbaik yang berada di daerah terpencil dan tergolong miskin namun berprestasi.
Sementara itu Yodi Okto Rizaldi Putra dari Desa Kebun Durian, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar yang saat ini juga menuntut ilmu di ATPK Bandung dan masih semester 1 mengungkapkan bahwa awalnya orang tuanya tidak mampu membiayai untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya.
Namun berkat program Bea Siswa dari PT RAPP dan setelah mengikuti tes tertulis serta wawancara dan terakhir melalui medichal chek ia dinyatakan lulus.
"Alhamdulillah saya lulus Pak dan setelah lulus nanti saya langsung direkrut menjadi karyawan PT RAPP, jadi saya sangat berterima kasih kepada pihak PT RAPP," ucapnya tulus.
Bahkan ia pun berharap PT RAPP kedepan tetap komit terhadap dunia pendidikan dan menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya.***
(riauterkini.com)