IDAI Rekomendasikan PTM Hanya Untuk Siswa SMP dan SMA/Sederajat, Ini Kata Satgas Covid-19 Riau

Harijal - Kamis, 21 Oktober 2021 12:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/10/c345a4102021_idairekomendasikanptmhanyauntuk.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Riau dr Indra Yovi

PEKANBARU --- Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Riau dokter Indra Yovi mengungkapkan, bahwa pihak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) punya rekomendasi khusus terhadap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), terutama di Provinsi Riau.

Menurut Indra Yovi, sejak awal IDAI hanya merekomendasikan agar siswa yang bisa mengikuti PTM secara langsung di ruang kelas, yakni mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi secara penuh.

“Namun persoalannya untuk vaksinasi anak di bawah 12 tahun belum bisa untuk sekarang ini,” tuturnya, Kamis (21/10/2021).

Dia menambahkan, jika mengikuti rekomendasi dari IDAI, maka pelaksanaan PTM harusnya hanya bisa dilakukan oleh siswa setingkat SMP dan SMA sederajat. Dengan kata lain, siswa PAUD, TK dan SD sederajat belum bisa ikut PTM.

Oleh sebab itu, kata Indra Yovi, penting bagi semua pihak untuk memberikan perhatian serius terhadap aktivitas pembelajaran tatap muka untuk siswa setingkat PAUD, TK dan SD sederajat. “Lagi pula kita khawatirnya mereka pembawa (Covid-19,” sambungnya.

Indra Yovi meminta kepada pihak terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat untuk menyampaikan kepada kepala sekolah dan pemilik yayasan, untuk memastikan satgas penanganan Covid-19 di sekolah masing-masing untuk aktif melakukan tugas pengawasan terhadap berjalannya protokol kesehatan.

“Kami mohon agar satgas di sekolah itu berjalan dengan baik. Karena jika tidak, nanti sekolah ditutup lagi. Ada kasus (terkonfirmasi) lalu diselidiki, dan ternyata penyebarannya benar dari sekolah, ya terpaksa harus ditutup dulu,” ucapnya.

Dia menuturkan bahwa Satgas Penanganan Covid-19 tingkat Provinsi Riau sangat paham dengan kondisi yang ada, terutama di kalangan pendidikan yang sudah sangat lama merindukan ruang kelas. Namun, mengantisipasi terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi tetaplah menjadi prioritas utama.

“Kita juga tidak inginkan semua itu terjadi karena sangat merugikan semuanya. Anak-anak rugi, sekolah rugi, orang tua juga rugi kan. Kami berharap para tenaga pendidik dan pihak yayasan untuk mengerti tentang kondisi kita saat ini,” sebutnya. 

Dalam kesempatan itu, poin penting lainnya yang juga disampaikan Indra Yovi, yakni agar pihak sekolah memastikan fasilitas protokol kesehatan di lingkungan sekolah selalu tersedia. Paling penting tersedianya air dan sabun tempat cuci tangan, memakai masker di lingkungan sekolah dan tidak melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan. (MCR)

Berita Terkait

Pendidikan

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih

Pendidikan

Kepsek SMAN Plus Riau Ingatkan Calon Peserta Didik Lulus SPMB Daftar Ulang Ulang 8-10 Mei 2026

Pendidikan

Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Sabet 4 Medali di British Taekwondo International Open 2026 Manchester, Inggris

Pendidikan

Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji

Pendidikan

PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0

Pendidikan

Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau