BENGKALIS, Kabarmelayu.com- Penempatan guru-guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bengkalis tergolong jauh dari pemerataan. Bahkan, sampai saat ini masih ditemui satu sekolah di daerah hanya satu orang guru berstatus PNS.
Meskipun sebelumnya sempat ada penegasan tentang pemerataan guru ini, namun urung juga dilakukan. Bahkan, pemerataan yang menjadi angan-angan itupun dipastikan akan berhadapan dengan banyak kepentingan.
“Berat namun harus tetap dilakukan. Sebelumnya rencana pemerataan guru ini sudah ada tapi belum terealisasi. Kali ini, saya dengan tegas mengatakan harus jadi,” ujar Plt. Kepala Dinas Pendidikan Bengkalis Edi Sakura ketika menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penataan dan Pemerataan Guru TK, SD, SMP, SMA & SMK se-Kabupaten Bengkalis di salah satu hotel di Bengkalis, Senin (14/11/16) kemarin malam.
Dan diakuinya, rencana pemerataan tersebut akan terbentur dengan banyak kepentingan. Apalagi bukan rahasia umum, bahwa posisi guru-guru PNS di perkotaan sudah ada yang “punya”. Namun, kalau tidak dimulai maka rencana pemerataan guru ini tidak akan pernah terwujud.
“Ada sekolah-sekolah di desa-desa yang guru PNS-nya hanya seorang. Bagaimana sekolah ini bisa maju. Walaupun tidak bisa terpenuhi, jangan sampailah di suatu sekolah itu guru PNS-nya hanya seorang,” katanya lagi.
Proses pemerataan guru akan dilakukan menurut Edi Sakura, dengan cara meminimalisir kemungkinan terjadinya ketegangan-ketegangan. Proses penataan dan pemerataan guru dilakukan secermat mungkin dengan skala prioritas tertentu. Sebagai contoh, gali kembali permohonan guru-guru yang mengajukan pindah ke desa-desa tapi sampai sekarang belum terealisasi.***
(riauterkini.com)