Begini Terobosan Fakultas Ilmu Budaya Unilak Menuju Kampus Merdeka

Harijal - Selasa, 06 Juli 2021 23:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/07/4e448e072021_untitled14.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa

PEKANBARU - Dalam rangka mempersiapkan diri menuju kampus merdeka, prodi Sastra Daerah/ Melayu dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning (FIB Unilak) melaksanakan diskusi kurikulum bersama prodi Sastra Daerah/Jawa Universitas Indonesia (UI), Selasa (6/7/2021). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting ini dihadiri oleh Dekan FIB Unilak, kaprodi dan dosen baik dari Sastra Jawa UI maupun pihak FIB Unilak.

Dekan FIB Unilak Muhammad Kafrawi dalam sambutannya menyampaikan, turut berterima kasih kepada pihak prodi Sastra Jawa Universitas Indonesia karena sudi berkongsi dalam mempersiapkan menuju kampus merdeka. Diakuinya, prodi Sastra Jawa UI layak menjadi rujukan karena sudah melaksanakan kampus merdeka sejak tahun 2020 yang lalu.

“Semoga ke depan, tidak hanya berkenaan dengan kurikulum. Namun juga dapat saling sumbang saran dan bekerjasama dalam kemajuan budaya dan sastra di Indonesia,” ucap Dekan.

Kaprodi Sastra Jawa Universitas Indonesia, Dr. Ari Prasetiyo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan program merdeka belajar ini sejak tahun 2020. Menurutnya, program yang dirumuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini dinilai sebagai bentuk mempersiapkan lulusan yang berkompeten dalam menghadapi dunia pasar yang lebih relevan.

“Kurikulum 2020 yang baru adalah menyesuaikan dari luar ke dalam. Dalam artian memperhatikan kebutuhan pasar yang dirumuskan menjadi capaian pembelajaran dalam bangku kuliah,” ucapnya.

Dalam diskusi tersebut, juga membahas bagaimana kurikulum dari kedua belah pihak. Diakui oleh Ari Prasetiyo pula, kurikulum yang disusun oleh FIB Unilak misal pada prodi Sastra Melayu sudah sangat sesuai dengan dunia pasar. Mata kuliah-mata kuliah yang dimiliki, seimbang antara teori dan praktikum.

Pembahasan diskusi dalam kesempatan tersebut juga merujuk kepada mata kuliah lebih spesifik. Metode-metode capaian turut dibahas secara administrasi kurikulum dan teknis lapangan. Tanya jawab antar dua fakultas tersebut berlangsung dengan hangat, hingga tidak terasa waktu berlangsung hingga tiga jam.

“Semoga ke depan FIB Unilak dan kami di sini bisa melaksanakan kerjasama dibidang akademik dan penelitian,” ucap Ari Prasetiyo selaku Kaprodi Sastra Daerah/Jawa Universitas Indonesia menutup diskusi.(MCR)

Berita Terkait

Pendidikan

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Pendidikan

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Pendidikan

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Pendidikan

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎

Pendidikan

RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal

Pendidikan

Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal