IJTI Riau Gandeng BOB PT BSP Gelar Pelatihan Jurnalisme Migas

Harijal - Selasa, 15 November 2016 12:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/11/7f64c3112016_riaugandeng.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
riauterkini.com
IJTI Riau Gandeng BOB PT BSP Gelar Pelatihan Jurnalisme Migas

PEKANBARU, kabarmelayu.com -Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Riau bekerjasama dengan Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako (BSP)-Pertamina Hulu menggelar pelatihan jurnalistik tentang industri minyak bumi dan gas (Migas).

Pelatihan yang diikuti sekira 100 peserta dari kalangan wartawan, baik cetak, televisi, radio dan portal berita ini digelar di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru, Selasa (15/11/16).

Ketua Panitia Yudi Saputra kepada wartawan menyebutkan, pelatihan mencakup teknik penulisan, teknik fotografi dan videografi di bidang Migas.

"Pelatihan ini bertujuan untuk teman teman wartawan menyangkut peliputan di bidang Migas," terangnya.

Adapun pemateri menampilkan Airlangga Pratama Akbar (BOB PT BSP-Pertamina Hulu), Bagus Himawan (Media Indonesia) untuk penulisan cetak dan online, Said Mufhti (Redaktur Foto Harian Riaupos) yang memberikan teknik pengambilan foto serta Oki Sulistyo (Net Tv) yang memberikan teknik pengambilan video berita.

Dalam pemaparannya, Airlangga mengawali materi dengan menyampaikan kondisi terakhir soal industri Migas terutama minyak bumi.

Diakuinya, harga minyak dunia yang juga pulih berdampak terhadap operasional sejumlah perusahaan minyak sendiri.

Khusus untuk PT BSP, kata Airlangga, hingga kini belum ada pengurangan karyawan. Namun agar tetap survive perusahaan melakukan efesiensi yang luar biasa. Misalnya pemotongan perjalanan dinas.

"Perjalanan dinas kini tidak ada lagi. Proyek pengembangan dengan risiko tinggi juga ditunda," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan masih berlangsung teknik jurnalisme videografi yang disampai Oki Sulistyo.*

 

(riauterkini.com)

 

Berita Terkait

Pendidikan

CKG Riau 37,60 Persen, Kampar Tertinggi

Pendidikan

OJK Dorong Kemudahan Pembiayaan UMKM

Pendidikan

UPT SMP Negeri 3 Tapung Lakukan Kunjungan Studi Tiru ke UPT SMP Negeri 4 Siak Hulu

Pendidikan

Disanksi Denda oleh Komdis PSSI, PSPS Pekanbaru Layangkan Surat Keberatan

Pendidikan

10 Nama Calon Pimpinan Baznas Riau Diserahkan ke Gubernur

Pendidikan

Operasi Patuh LK 2026 Dimulai, Ini Sasaran Polresta Pekanbaru