Danrem 031/WB Berikan Pemahaman Bahaya Radikalisme di SMA 1 Pekanbaru

Harijal - Selasa, 06 April 2021 18:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/04/c0d387042021_untitled4.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa

PEKANBARU - Cegah tindakan radikalisme dan separatisme Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan berikan pemahaman bahaya radikalisme dan separatisme di SMA 1 Pekanbaru, Selasa (5/4).

Kegiatan yang juga di hadiri Kasiter Korem 031 Wira Bima, Kepala Sekolah SMA 1 Pekanbaru dan majelis guru tersebut, menurut Danrem sangat perlu di berikan dan di pahami oleh para pelajar maupun majelis guru. Pasalnya, tindakan radikalisme dan separatisme ini merupakan tindakan nyata yang harus bisa diantisipasi maupun diatasi oleh pelajar sebagai generasi penerus.

"Mengantisipasi ini tidak hanya dilakukan oleh lembaga negara, tetapi juga seluruh komponen bangsa termasuk generasi muda. Salah satunya tingkat pelajar di sekolah ini," kata Danrem.

Dijelaskan Danrem tindakan radikalisme dan separatisme ini, tidak lepas dari situasi nasional dan internasional yang dihadapkan dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia khususnya, yang memiliki latar belakang suku, agama, ras serta budaya yang berbeda serta perkembangan teknologi digital yang memungkinkan tumbuh kembangnya paham radikal dan separatisme, bahkan sampai menjadi tindakan aksi teroris.

"Radikal yang berkembang saat ini berupa radikal kanan, radikal kiri dan radikal lainya yang diimplementasikan dalam bentuk radikal gagasan, radikal sparatisme ,radikal milisi, radikal premanisme serta radikal terorisme," jelasnya.

Untuk upaya mengantisipasi hal ini, satuan Komando kewilayahan telah melakukan berbagai langkah yang di jalankan. Diantaranya melalui komunikasi sosial, menjalin hubungan harmonis dengan komponen bangsa dan berbagai hal lainya dalam rangka terwujudnya saling  pengertian dan pemahaman tentang peran, fungsi dan tugas masing-masing dalam ikut mengantisipasi atau mencegah munculnya radikalisme dan separatisme dalam perkembangan sosial yang pesat. 

"Memberikan pemahaman kepada murid atau pelajar ini merupakan pencegahan atau antisipasi dini. Karena setelah mereka memahami maka ketahanan akan terbentuk di lingkungan pada akhirnya pada ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya. 

Dengan adanya pembinaan ini, Danrem berharap akan dapat mewujudkan kesadaran tentang arti pentingnya pemahaman terhadap bahaya radikalisme maupun separatisme dan terbentuknya komponen bangsa yang memiliki kepribadian, jiwa kebhinekaan dan nasionalisme.

"Begitu juga dengan meningkatkan kerjasama antara TNI AD dengan segenap komponen bangsa dalam rangka mempertahankan ideologi Pancasila dan Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tutur Danrem.(MCR)

Berita Terkait

Pendidikan

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Pendidikan

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Pendidikan

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Pendidikan

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Pendidikan

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Pendidikan

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎