Nadiem: Satu-satunya Opsi Hanya Pembelajaran Tatap Muka

Harijal - Kamis, 01 April 2021 21:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/04/b652eb042021_untitled11.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Kemendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku tak ada pilihan lain untuk memutus potensi kehilangan satu generasi dalam pembelajaran kecuali dengan kembali menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Saya mengajak kita semua untuk segera memasuki babak baru setelah satu tahun berjuang bersama melewati masa pembelajaran yang sulit karena pandemi. Kenyataannya adalah kita harus hidup dengan pandemi COVID-19. Satu-satunya opsi, kita harus melaksanakan tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat agar Indonesia tidak kehilangan satu generasi,” tegas Nadiem Makarim dalam keterangan tulis, Kamis (1/4/2021).

Dari sisi kesiapan, menurutnya sudah banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk mengakselerasi kesiapan pembelajaran tatap muka secara menyeluruh. Semangat ini tampak dari percepatan vaksinasi yang diprioritaskan kepada guru dan tenaga kependidikan.

“Presiden sudah berkomitmen agar semua guru, dosen, dan tenaga kependidikan kita selesai divaksinasi akhir Juni hingga Juli tahun ini,” terang Nadiem Makarim.

Untuk itu, Mantan Bos Gojek Indonesia itu menegaskan agar usai para guru dan tenaga pendidikan di suatu sekolah kelar divaksin, maka diwajibkan untuk segera menggelar pembelajaran tatap muka.

“Sebagaimana yang tertuang dalam SKB Empat Menteri, semua satuan pendidikan yang guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksinasi saya himbau untuk segera memenuhi daftar periksa dan menawarkan opsi PTM terbatas. Perlu ditekankan bahwa tidak boleh ada orang tua murid yang dipaksa. Orang tua berhak memilih apakah anaknya ikut PTM terbatas atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). SKB ini sudah berlaku. Tidak perlu menunggu tahun ajaran baru untuk melakukan PTM terbatas,” terangnya.

550 Guru Sudah Divaksinasi

Menurut Nadiem, sekitar 20-22 persen sekolah di Indonesia saat ini sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, dan sudah hampir 85 persen sekolah-sekolah di negara-negara di kawasan Asia Pasifik sudah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh.

Menurut data terakhir Kementerian Kesehatan yang dihimpun Rabu (31/3), sudah 550 ribu guru dan tenaga pendidik yang telah divaksinasi.

“Harapannya sampai akhir Juni semua guru dan dosen di seluruh Indonesia sudah divaksinasi semua, jumlahnya sekitar 5,5 juta, termasuk yang di bawah binaan Kementerian Agama. Sehingga semua sekolah bisa memulai PTM terbatas,” terang Nadiem.

(sumber: liputan6.com)

Berita Terkait

Pendidikan

9.184 ASN Pemko Pekanbaru Serentak Baca Surah Al-Mulk di Masjid An Nur

Pendidikan

Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Gerebek Dua Tersangka Narkoba di SM Amin

Pendidikan

Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI

Pendidikan

Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal

Pendidikan

Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah

Pendidikan

Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah