PAUD Nur Ramadhani di Duri Lakukan Cegah Kejahatan Pelecehan Seksual pada Anak

Harijal - Kamis, 10 November 2016 09:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/11/b480eb112016_mencegahkejahatan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
goriau.com
Murid PAUD Nur Ramadhani diberikan edukasi tentang kekerasan seksual pada anak dengan pemahaman anak usia dini melalui film singkat.

DURI, kabarmelayu.com - Belakangan ini semakin banyak kasus kekerasan seksual pada anak di bawah umur yang terekspos ke media. Ditambahlagi pelakunya merupakan orang-orang terdekat si anak yang sebelumnya tidak pernah disangka akan melakukan perbuatan bejad tersebut. Untuk itu, penting bagi PAUD Nur Ramadhani memberikan pendidikan seks pada anak sejak usia dini melalui nonton bareng yang didampingi orang tua masing-masing.

Kepala TK Nur Ramadhani, Sri Widoningrum melalui Wakilnya Peni Wulandari kepada wartawan mengatakan, investasi pendidikan anak harus dimulai sejak dini bahkan sebelum bayi lahir atau pada saat merencanakan untuk memiliki anak. Sebab pelecehan seksual pada anak ini bisa menimpa anak perempuan maupun lelaki.

"Pada kebanyakan kasus pelecehan seksual, pelaku merupakan orang-orang dari lingkungan terdekat seperti tetangga atau teman bermain si kecil. Banyak kejadian bocah balita dinodai oleh anak-anak usia SD karena iseng atau ingin tahu. Pengaruhnya atas anak-anak bisa menghancurkan psiokososial dan tumbuh kembangnya di masa depan. Makanya sangat penting adanya tindakan pencegahan, pendidikan seksual dan pemberian informasi tentang permasalahan kekerasan seksual, sejak anak berusia 2 tahun, untuk menghindari hal tersebut," kata Peni disela acara nonton bareng anak di sekolah, Kamis (10/11/2016) yang hanya berdurasi 15 menit.

Dijabarkan guru TK ini, pelecehan seksual pada anak adalah segala tindakan seksual terhadap anak termasuk menunjukkan alat kelamin ke anak, menunjukkan gambar atau video porno, memanfaatkan anak untuk hal berbau porno, memegang alat kelamin, menyuruh anak memegang alat kelamin orang dewasa, kontak mulut ke alat kelamin atau penetrasi vagina atau anus anak, baik dengan cara membujuk maupun memaksa.

Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak (GN-AKSA), Peni menjelaskan beberapa langkah yang bisa orang tua lakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak. Pertama, jangan berikan pakaian yang terlalu terbuka karena bisa menjadi rangsangan bagi tindakan pelecehan seksual.

Kedua, tanamkan rasa malu sejak dini dan ajarkan si kecil untuk tidak membuka baju di tempat terbuka, juga tidak buang air kecil selain di kamar mandi. Ketiga, jaga si kecil dari tayangan pornografi baik film atau iklan.

Keempat, ketahui dengan siapa anak-anak menghabiskan waktu dan temani ia saat bermain bersama teman-temannya. Jika tidak memungkinkan maka sering-seringlah memantau kondisi mereka secara berkala.

Kelima, jangan membiarkan anak menghabiskan waktu di tempat-tempat terpencil dengan orang dewasa lain atau anak laki-laki yang lebih tua. Jika menggunakan pengasuh, rencanakan untuk mengunjungi pengasuh itu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Keenam, beritahu anak agar jangan berbicara atau menerima pemberian dari orang asing. Ketujuh, dukung anak jika ia menolak dipeluk atau dicium seseorang (walaupun masih keluarga), Anda bisa menjelaskan kepada orang bersangkutan bahwa si kecil sedang tidak mood. Dengan begitu anak Anda belajar bahwa ia berwewenang atas tubuhnya sendiri.

"Dengarkan ketika anak berusaha memberitahu kita sesuatu, terutama ketika ia terlihat sulit untuk menyampaikan hal tersebut. Penting juga bagi kita orang tua memberikan anak waktu cukup sehingga anak tidak akan mencari perhatian dari orang dewasa lain," tutup Peni dengan harapan orang tua anak didiknya dapat menerapkan apa yang disampaikan tersebut, untuk masa depan anak-anaknya nanti.

 

(goriau.com)

 

Berita Terkait

Pendidikan

Bupati Siak: Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan

Pendidikan

PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar

Pendidikan

Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine

Pendidikan

Wako Agung Putus Langsung Kabel Fiber Optik Ilegal di Ronggo Warsito Pekanbaru

Pendidikan

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Pendidikan

Murid Kelas VI UPT SDN 006 Terpadu Kubang Jaya Lulus 100 Persen, Kepsek Tegaskan Penilaian Tak Hanya di Bidang Akademik