Interaksi Langsung Penting Dalam Belajar

Harijal - Kamis, 21 Januari 2021 20:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/01/dfdc06012021_ptm_di_smpn_1_kampar.jpeg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Pelaksanaan PTM di SMPN 1 Kampar.

KAMPAR-Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sangat ditekankan dalam belajar mengajar. Tanpa interaksi langsung, pembelajaran tak bisa berjalan maksimal. Hal ini tentu berbeda dengan pelaksanaan pembelajaran secara daring mau pun luring sebagaimana yang dilaksanakan di masa pandemi pada semester ganjil lalu.

Demikian disampaikan Mulhadi, Kepala SMPN 1 Kampar Kabupaten Kampar, Senin (18/1/2021). Dengan pembelajaran tatap muka, guru bisa mengetahui apa kekurangan dan sampai sejauh mana serapan belajar murid. Jadi, pembelajaran tidak bisa diwakilkan.

Dengan pembelajaran secara daring, belum tentu sama pemahaman guru dengan murid. Sehingga, apa yang belum diketahui dan masih diragukan oleh siswa, bisa langsung ditanyakan. Guru juga bisa mengetahui berapa tingkat keberhasilan pembelajaran yang dilaksanakan.

"Kalau untuk pembelajaran daring sebenarnya bukan tak bisa diukur, namun lebih banyak kendalanya. Sulit mengukur tingkat keberhasilan dengan pembelajaran daring," kata Mulhadi.

Dicontohkan, ada salah seorang murid SMPN 1 Kampar yang selama full tatap muka sebelum pandemi, selalu meraih juara. Namun setelah pelaksanaan pembelajaran daring, peringkat siswa ini jatuh, padahal diketahui anak didik ini punya kemampuan. "Ini dirasakan oleh siswa yang tak punya gadget atau koneksi internet yang minim," ujar Mulhadi.

Pada dasarnya, seluruh orang tua siswa mendukung dilaksanakannya PTM dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat sebagaimana SK Bupati Kampar yang dikuatkan dengan edaran Disdikpora Kampar. PTM disebutnya lebih efektif.

Masih yang disyaratkan dalam edaran Disdikpora tentang pelaksanaan PTM, untuk kerja sama dengan tim kesehatan dari Puskesmas juga sudah dilakukan pihak sekolah. Pada dasarnya sekolah telah layak dan menjalankan protokol kesehatan.

Mulhadi yang juga Ketua MKKS Kecamatan Kampar ini berharap PTM yang telah dilaksanakan selama dua minggu kemarin ini agar dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

"Tidak bisa memaksakan kepada seluruh siswa dan sekolah untuk mendapat hasil yang sama, karena setiap sekolah berbeda kemampuan dan kondisinya," papar Mulhadi lagi.

Di SMPN 1 Kampar, dengan jumlah siswa sebanyak 19 rombongan belajar (rombel) dengan 565 murid, PTM dilakukan dengan dua sesi. Sesi pertama masuk pukul 07.30 dan keluar pukul 09.30 WIB.  Setelah jeda 15 menit dan memastikan murid sesi satu tak lagi ada di lingkungan sekolah, PTM dilanjutkan sesi kedua pukul 09.45 hingga 11.45 WIB.(Andi)

Berita Terkait

Pendidikan

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Pendidikan

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Pendidikan

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Pendidikan

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Pendidikan

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Pendidikan

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025