Tim Kesehatan Pantau Pelaksanaan Prokes, SDN 013 Sungai Tarap Telah Penuhi Edaran Disdikpora

Harijal - Kamis, 21 Januari 2021 20:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/01/5af7ab012021_pihak_sdn_013_sungai_tarap_bersama_bidan_desa_dari_puskesmas.jpeg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Pihak SDN 013 Sungai Tarap Bersama bidan desa dari Puskesmas.

KAMPAR-Tim kesehatan dari Puskesmas Sabtu kemarin mengunjungi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 013 Sungai Tarap Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar. Pada prinsipnya, Puskesmas menilai sekolah telah memenuhi protokol kesehatan.

Syamsir, S.Pd, Kepala SDN 013 Sungai Tarap kepada media menyampaikan, selama 3 hari pada awal semester genap lalu, sekolah telah melaksanakan persiapan pelaksanaan PTM, sebagaimana SK Bupati Kampar yang diperkuat dengan edaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kampar tentang pelaksanaan PTM. Persiapan dilakukan khususnya pada sarana protokol kesehatan.

"Karena itu, pada hari ini tim kesehatan dari Puskesmas yang diwakili bidan desa Ibu Haslia Nurpajri, A.Md. Keb mengunjungi sekolah kita untuk memantau penerapan protokol kesehatan. ALhamdulillah, beliau menyampaikan bahwa SDN 013 telah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik," kata Syamsir.

Kerja sama antara sekolah dengan Puskesmas ini juga ditandai dengan penandatanganan MoU antara kedua belah pihak. MoU ini berisi beberapa kewajiban dari kedua belah pihak. Untuk sekolah yakni wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Dalam edaran Disdikpora Kampar, ada beberapa poin yang mesti dipenuhi pihak sekolah sebelum melaksanakan PTM. Di antaranya yakni adanya persetujuan orang tua murid untuk anaknya mengikuti tatap muka di sekolah. Dijelaskan, Syamsir lagi, semua orang tua murid di sekolahnya setuju dan telah menandatangani surat pernyataan dengan materai.

Dijelaskan lagi, selama pelaksanaan pembelajaran secara daring mau pun luring, baik sekolah mau pun orang tua murid merasa kewalahan. Pihak sekolah misalnya, sulit untuk melakukan penilaian sejauh mana kemampuan anak didik. 

Sedangkan bagi orang tua, selama anak-anak di rumah kurang terkontrol. Waktu lebih banyak dihabiskan di luar rumah atau untuk bermain. Bahkan, tugas dari sekolah pun dikerjakan oleh orang tua murid.

Setelah tatap muka langsung di sekolah, guru bisa tahu bagaimana perkembangan dan plus minus anak. Demikian juga untuk anak itu sendiri, jika masih ada yang diragukan atau tidak difahami, bisa langsung bertanya kepada guru.

"Kita berharap kegiatan pembelajaran tatap muka ini terus berlanjut, jangan lagi dengan sistem daring atau pun luring karena kurang efektif. Kita harapkan juga pandemi ini segera berakhir dan kegiatan belajar mengajar kembali normal seperti sedia kala," tutup Kepala SDN 013 SUngai Tarap Syamsir, S.Pd.(Andi)

Berita Terkait

Pendidikan

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Pendidikan

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Pendidikan

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Pendidikan

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Pendidikan

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Pendidikan

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025