Daring dan Luring Ubah Karakter Anak, SMPN 1 Kampa Tekankan Kedisiplinan

Harijal - Jumat, 15 Januari 2021 19:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/01/f9ca66012021_smpn_1_kampa.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
smpn1kampa.sch.id
SMPN 1 Kampa

KAMPAR(jejakriau.co)-Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kampa Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar,  di awal Pembelajaran Tatap Muka semester genap 2021 mengambil langkah dan terobosan mengembalikan dan memulihkan karakter anak. Selama pembelajaran di rumah, banyak perubahan yang terjadi dan berpengaruh terhadap perilaku anak.

Sartunis, S.Pd, Kepala SMPN 1 Kampa kepada media, Jumat (15/1/2021) menyampaikan, perubahan perilaku ini bisa dilihat dari anak yang menjadi tak disiplin. Perubahan terjadi karena hampir setahun anak tidak mengikuti kegiatan di sekolah yang biasanya terikat dengan aturan-aturan formal. 

"Anak di sekolah biasanya terikat dengan peraturan-peraturan positif, selama hampir setahun ini harus terbiasa bergaul di tengah kegiatan masyarakat yang beragam," jelas Sartunis.

Selama pembelajaran daring/luring, patut dimaklumi orang tua tak mampu mengawasi seluruh kegiatan anak. Orang tua tentu memiliki kesibukan lain semisal mencari nafkah dan bekerja.

Sartunis, S.Pd

Di rumah, orang tua tak bisa menerapkan aturan dan kedisiplinan sebagaimana yang diterapkan di lingkungan sekolah. Hal inilah yang membuat berubahnya karakter dan kepribadian hingga mengubah perilaku anak. 

"Memang di satu sisi, daring dan liring ada dampak positif bagi beberapa anak," kata Sartunis.

Dengan kembalinya bertatap muka di sekolah, guru seyogyanya tak hadir hanya menjadi pengajar, namun juga pendidik yang membangun mental dan karakter anak didik. 

"Kita maksimalkan kedisiplinan. Pertama mungkin pada jam pelajaran serta kedisiplinan melaksanakan aturan-aturan yangvditetapkan di lingkungan sekolah," tutur Sartunis yang juga Ketua PGRI ini.

SMPN 1 Kampa memulai PTM sejak awal hari pertama semester genap, 4 Januari 2021 lalu. PTM dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebelum PTM dimulai, sekolah terlebih dahulu meminta persetujuan orang tua murid untuk melaksanakan tatap muka di sekolah.

Selanjutnya tim kesehatan melaksanakan peninjauan kegiatan PTM di SMPN 1 Kampa untuk kemudian membuat MoU antara sekolah dan Puskesmas setempat. Bahkan, tim Disdikpora Kampar juga sudah turun ke SMPN 1 Kampa.

PTM dilakukan dengan sistem shift dengan membagi setiap rombel menjadi dua kelompom. Shift pertama masuk pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.WIB dan shift kedua lanjut hingga 10.45 WIB. 

"Kita berharap corona musnah dari negeri ini sehingga semua kembali normal," kata Sartunis. 

Di masa PTM ini juga, Sartunis berharap karakter anak dapat berubah dan kompetensi anak dapat dikembangkan lagi. 

Terakhir, bagi guru juga diharapkan agar dapat melaksanakan apa yang menjadi tupoksinya secara cnormal.(Andi)

Berita Terkait

Pendidikan

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Pendidikan

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Pendidikan

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Pendidikan

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Pendidikan

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Pendidikan

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025