RENGAT, kabarmelayu.com - Guna mengantisipasi masuknya paham radikalisme, terorisme, narkoba, separatisme dan ideologi anti Pancasila ke sekolah, SMPN 4 Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Riau gelar berbagai kegiatan, salah satunya lintas alam.
Pelaksanaan lintas alam tersebut juga sebagai upaya memupuk kecintaan siswa selaku generasi muda penerus bangsa kepada lingkungan dan tanah air, sebagai wujud menghargai pengorbanan para pahlawan dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan negara ini.
"Dengan lintas alam, tentunya siswa akan lebih mengenal lingkungan dan alam sekitarnya. Sehingga hal itu akan membangkitkan rasa cinta tanah air para siswa tersebut," ujar Bhabinkamtipmas Pematang Jaya, Brigadir Hendrasyah Putra, kepada wartawan, Selasa (8/11/2016).
Sebelum kegiatan lintas alam, pihaknya juga membekali para peserta dengan teori dan kode sandi. Bahkan, pola ikatan kelompok yang tidak bisa terpisahkan juga diterapkan terhadap para siswa.
"Pola ikatan kelompok itu, merupakan semboyan persatuan. Dengan kita bersatu, maka kita akan kompak dan kokoh serta tidak terpisahkan," terang Hendra.
"Lintas alam tersebut telah kita laksanakan pada, Jumat (5/11/2016) lalu. Dengan begitu, kita harapkan para siswa tidak lagi terkontaminasi dengan hal-hal yang tidak kita inginkan, termasuk masalah sara," tehasnya.
Adapun rute lintas alam tersebut, yakni star dari halaman SMPN 4 Rengat Barat, Dusun Titian Tinggi, Desa Sei Baung dan peserta harus melewati 3 pos. Pos 1 di Desa Bukit Petaling, Pos 2 di Pasar Sabtu Dusun Sei Kemiri Desa Pematang Jaya dan Pos 3 di Bukit Pematang Sayak Desa Pematang Jaya dan kembali ke sekolah, terang Hendra.
Sementara itu, Kepsek SMPN 4 Rengat Barat Arman, mengucapkan terimakasih atas terlaksanakanya kegiatan lintas alam tersebut.
"Terimakasih pada semua pihak, terutama Dinas Pendidikan Inhu dan Polsek Rengat Barat dalam hal ini Bhabinkamtibmas yang telah menjadi motor pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepada siswa, kami menghimbau agar tidak terkontaminasi dengan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang banyak," singkatnya.
(goriau.com)