TAMBANG, kabarmelayu.com - Sejak berdiri 30 tahun silam, SMAN 1 Tambang tidak pernah mendapat predikat akreditasi A. Penantian panjang itu akhirnya terkabul juga.
Kepala SMAN 1 Tambang Khairullah MPd kepada wartawan mengungkapkan, proses panjang untuk mendapatkan predikat tersebut tidaklah mudah. Setiap sekolah yang mendapatkan predikat harus mengikuti proses pembelajaran 8 standar nasional pendidikan secara nasional.
Berkat tangan dingin Khairullah kini SMAN 1 Tambang banyak mengalami perubahan. "Dulu sekolah tidak pernah jadi favorit bagi orang tua untuk mengantarkan anaknya ke sekolah ini menuntut ilmu. Alhamdulillah kini sudah menjadi sekolah favorit nomor satu di Kecamatan Tambang, ujar Khairullah.
Ia menyebutkan, kunci sukses tersebut adalah melakukan perubahan total di seluruh lini. Perubahan itu bukan hanya dilakukan murid tetapi guru lebih awal harus berubah dan memberikan contoh terbaik kepada murid.
"Guru wajib berubah, jadi guru bukan hanya mengajar saja tetapi mereka juga mengabdi kepada bangsa ini karena generasi penerus yang berkualitas ada di tangan guru,"katanya.
Lebih lanjut dikatakan, selaku guru kita barus bersikap rela, ikhlas berkorban "Kalau tidak ikhlas dan tidak mau berkorban sudahlah berhenti saja jadi guru," ucapnya.
Khairullah mengungkapkan, sebelum memperoleh akreditasi A, sekolah ini juga memperoleh prediker sebagai sekolah adiwiyata. Setiap kegiatan bertaraf kabupaten, provinsi bahkan nasional sekolah ini selalu ikut serta. "Dan inilah nilai jual yang tinggi sehinga sekolah ini layak mendapatkan apa yang sudah dicita-citakan oleh semua guru," katanya.
Khairullah menambahkan, jumlah siswa di sekolah ini terus bertambah. Sebelumnya 165 siswa mendaftar tetapi sekarang, tahun ini sudah mencapai 242 orang siswa.
"Dengan semangat perubahan dari seluruh stakeholder tidak ada yang tidak bisa berubah, jadi saat ini apa yang sudah diperoleh agar di pertahankan dan selalu berbuat yang terbaik," pungkasnya.
(suarakampar.com)