Kegalauan Kepala Sekolah SMU di Dayun, yang Dituangkan dalam Buku Bertajuk "Masih Ada Pintu Lain"

Harijal - Senin, 07 November 2016 15:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/11/cd1e47112016_inilahkegalauan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
goriau.com
Kepala Sekolah SMU Negeri 1 Dayun Siak, Komaryatin saat menunjukkan buku hasil karyanya beberapa waktu lalu di Pekanbaru.

JAKARTA, kabarmelayu.com - Komaryatin, wanita paruh baya asal Jawa Tengah yang sudah menetap bertahun-tahun di Kabupaten Siak, Riau, dan menjadi kepala Sekola Menengah Umum (SMU) di Dayun Siak.

Komaryatin juga merupakan guru yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Artinya ia sudah kenyang dengan asam garam kehidupan baik sebagai seorang tenaga pendidik maupun sebagai ibu rumah tangga biasa.

Ada kegalauan dihatinya yang ia tumpahkan dalam sebuah buku. Sudah beberapa buku berhasil ia tulis dan ternyata mendapat respons yang luar biasa bagi masyarakat. Bahkan buku-bukunya juga diapresiasi Bupati Siak Syamsuar.

Tahun ini buku ke empat yang bertajuk "Masih Ada Pintu Lain", merupakan buku yang berisi berbagai unek-unek kegalauannya. Buku setebal 130 halaman ini telah resmi diterbitkan "Penerbit Marja" Bandung Jawa Barat, pada 1 September 2016.

Lalu apa isi buku ini? Buku karya Komaryatin ini secara keseluruhan berisi tentang wejangan-wejangan yang baik, atau jika orang Minang Kabau menyebut "Pitawat". Komaryatin yang sudah berusia 60 tahun ini, seakan mengajak pembaca untuk melihat sisi lain tentang pelajaran hidup. Dimana ia menyoroti soal sang pemenang, mengajak pembaca menjadi manusia yang berkualitas dan pantang berputus asa.

Selain itu Komaryatin juga menyoroti soal perselingkuhan yang selalu membawa petaka dalam sub judul bukunya "Yang Tua yang Berkhianat" tulisan ini menggelitik, karena dibumbui dengan pengalaman pribadinya saat perjalanan dari Siak ke Pekanbaru.

Namun dia juga melanjutkan, kekelaman dan petaka yang terjadi pastilah akan berakhir, jika manusianya itu menyadari kekhilafannya dan mengakhiri kesalahan-kesalahannya. Maka iapun menulis kutipan sang pejuang wanita RA Kartini, "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Bukan saja soal wejangan serius, Komaryatin juga membawa pembaca kepada tulisan-tulisan yang sedikit kekinian. Dimana dalam buku tersebut ia menceritakan kisah hidupnya dengan label kekinian, seperti mengutip judul lagu band asal Pekanbaru Geisha yakni "Lumpuhkanlah Ingatanku". Dari syair atau judul lagu tersebut jelas, Komaryatin ingin mengajak pembaca melupakan kenangan-kenangan hidup yang pahit, dan mengajaknya untuk bangkit. Atau kalau menurut ABG zaman sekarang Move ON.

Disisi lain dia juga merangkai tulisannya untuk memberikan motivasi bagi orang-orang se profesinya. Terlebih khusus bagi para guru honorer yang terkadang harus menelan pil pahit dengan menerima kenyataan phk. Namun bagi Komaryatin, PHK bukan akhir segalanya".

Masih soal guru, Komaryatin juga sedikit menyentil prilaku para pengajar khususnya kaum ibu yang sudah mendapatkan fasilitas gaji, tunjangan profesi dan lainnya yang cenderung meninggalkan kebiasaan lama yaitu masa bodoh dengan perawatan badan.

Guru perempuan saat ini sudah lupa setiap tanggal 15 yang wajahnya selalu berkerut ketika gaji habis, listrik belum bayar, air pam, anak sekolah, biaya dapur dan lain-lain. Tapi saat ini cenderung lebih mementingkan Inner Beauty, mempercantik diri, karena sudah adanya tunjangan-tunjangan tersebut.

Diakuinya memang dibanding tahun 80an guru sekarang lebih sejahtera dan iapun menuliskan unek-uneknya dengan judul "Guruku yang Sexy". Dan masih banyak lagi isi petuah serta wejangan Komaryatin dalam buku "Masih Ada Pintu Lain" ini.

Tidak salah rasanya, jika anda harus membaca lebih lengkap buku tersebut. Dengan tulisan yang mudah dibaca dan dicerna, buku ini juga sudah tersebar bukan hanya di Riau saja, bahkan sudah sampai ke pulau Jawa, khusunya di Bandung dan Jakarta.

Anda ingin memiliki bukunya? Bagi yang di Siak dan sekitarnya, anda bisa langsung mendatangi SMU Negeri 1 Dayun Siak, atau anda juga bisa mencarinya di beberapa toko dan gerai buku terdekat. Anda juga bisa memesannya melalui penerbit Marja dengan Email: Nuansa.cendikia@gmail.com, atau melalui telp: 0227801410.

 

(goriau.com)

Berita Terkait

Pendidikan

Bupati Siak: Sensus Ekonomi Jadi Sumber Informasi Strategis Daerah Susun Kebijakan

Pendidikan

PPWI Inhil Minta Pemda Inspeksi Seluruh Dapur MBG, Pastikan Pengelolaan Limbah Sesuai Standar

Pendidikan

Polresta Pekanbaru Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kawasan Panger, Dua Orang Positif Methamphetamine

Pendidikan

Wako Agung Putus Langsung Kabel Fiber Optik Ilegal di Ronggo Warsito Pekanbaru

Pendidikan

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Pendidikan

Murid Kelas VI UPT SDN 006 Terpadu Kubang Jaya Lulus 100 Persen, Kepsek Tegaskan Penilaian Tak Hanya di Bidang Akademik