Pelajar SMA Cendana Duri Berkemah Selama 3 Hari di Desa Kuala Penaso

Harijal - Senin, 07 November 2016 13:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/11/357683112016_galisejarahmakam.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
goriau.com
Kepala SMA Cendana Duri, Dra Wiselmi ikut mengunjungi Desa Kuala Penaso yang memiliki banyak sejarah.

DURI, kabarmelayu.com - Makam keramat Datuk berdarah putih di Desa Kualo Penaso, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau menjadi perhatian bagi siswa-siswa SMA Cendana Duri. Untuk menuliskan sejarah tersebut dengan benar dan lengkap dari cerita orang tua-tua di sana, mereka melakukan camping groung selama 3 hari di Desa Kualo Penaso.

Demikian dikatakan Ketua OSIS SMA Cendana, Al Karim Suryanegara didampingi Ketua Panitia kegiatan Ivan Adventura kepada wartawan, Senin (7/11/2016).

Menurut cerita yang yang diperoleh mereka dari Kepala Desa Kuala Penaso, Bosniar, Datuk Darah Putih ini wafat pada tahun 1649 Masehi. Makam ini merupakan salah satu makam yang sakral bagi warga keturunan Sakai. Makam itu merupakan salah satu sejarah sakral dari 7 sejarah yang ada di Penaso.

"Jadi Datuk Darah Putih ini dulu saat akan memakan pinang, terlebih dahulu membelah buah tersebut. Namun saat jari-jari tangannya terkena pisau, mengeluarkan darah tetapi warnanya putih, tidak seperti darah orang kebanyakan yang berwarna merah. Makanya warga memberikan beliau gelar datuk berdarah putih," ujar Ivan menceritakan ulang sedikit yang ia ketahui mengenai sejarah makam tersebut.

Makam Datuk Darah Putih di Dusun Jiat Keramat inilah yang masih nyata dipertahankan oleh warga. Datuk ini juga masih keturanan suku Sakai asli.

Tidak hanya pelajar saja yang datang ke sana, sejumlah guru hingga Kepala Sekolah, Dra Wiselmi dan Waka Kesiswaan, H Albohari juga ikut dalam kegiatan camping itu yang kemudian diisi dengan kegiatan bakti sosial.

Adapun jenis bantuan yang di berikan kepada warga Penaso seperti, sembako, perlengkapan olahraga untuk pemuda-pemudi seperti pakaian seragam, bantuan dana terhadap anak yatim, bantuan dana untuk PAUD, pakaian layak pakai, 250 paket makanan ringan.

Selain itu juga rumah warga yang berada di lingkungan lokasi Baksos juga mendapatkan bantuan, Polindes dan kamar mandi umum juga di bantu.

"Harapan kita, apa yang menjadi tujuan awal siswa-siswi SMA Cendana itu bisa dituangkan dalam cerita seperti yang disampaikan Kepala Desa. Kemudian program OSIS, Baksos ini sangat kita apresiasi. Anak-anak didik kita dapat mengerti dengan kondisi masyarakat sekitar dan melakukan penggalangan dana dari berbagai pihak untuk membantu masyarakat Desa Penaso," imbuh Wiselmi.

 

(goriau.com)

 

Berita Terkait

Pendidikan

Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Meranti Pantau Lahan Pertanian Warga

Pendidikan

Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia

Pendidikan

Bupati Herman Hadiri Tablig Akbar Bersempena Rangkaian Milad Kabupaten Inhil Ke-61

Pendidikan

Wako Pekanbaru Raih Penghargaan Pendorong Pertumuhan Ekonomi Kota dari Disway Group

Pendidikan

Agung Nugroho Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba!

Pendidikan

Pemko Antisipasi Kecurangan dalam Pelaksanaan SPMB di Pekanbaru